Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Perluas Jangkauan, BPJS Grobogan Buka Layanan Keliling di Kecamatan



Reporter:    /  @ 13:30:33  /  6 September 2016

    Print       Email
Plh Kepala Kantor Layanan Operasional Kabupaten (KLOK) BPJS Grobogan Theresia Dian Pramudita (kiri/depan), saat melangsungkan sosialisasi di Kantor KPU Grobogan, Selasa (06/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Plh Kepala Kantor Layanan Operasional Kabupaten (KLOK) BPJS Grobogan Theresia Dian Pramudita (kiri/depan), saat melangsungkan sosialisasi di Kantor KPU Grobogan, Selasa (06/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah upaya baru dilakukan BPJS Grobogan untuk memperluas jangkauan kepesertaan masyarakat. Yakni, dengan meluncurkan layanan keliling di kecamatan.

Hal itu disampaikan Plh Kepala Kantor Layanan Operasional Kabupaten (KLOK) BPJS Grobogan Theresia Dian Pramudita, usai melangsungkan sosialisasi di Kantor KPU Grobogan, Selasa (06/09/2016).“Layanan keliling ini baru kita mulai per 23 Agustus lalu. Untuk tahap awal, baru kita lakukan di Kecamatan Wirosari tiap hari Selasa,” ungkap Dita.

Untuk tahap kedua, layanan keliling akan dibuka di empat kecamatan lainnya. Yakni, tiap Senin di Kecamatan Godong, mulai 19 September, tiap Rabu di Kecamatan Gubug mulai 7 September, tiap Kamis di Kecamatan Brati mulai 8 September, dan hari Jumat di Kecamatan Geyer mulai 9 September.“Pelayanan keliling BPJS ditempatkan di aula kecamatan. Adapun jam pelayanan mulai 09.00 – 14.00 WIB,” sambungnya.

Dita menyatakan, sejauh ini, respon terhadap layanan keliling perdana yang ada di Kecamatan Wirosari dinilai cukup baik. Di mana, sudah ada masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut untuk mendaftarkan diri jadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indoesia Sehat (JKN-KIS) . Dari tolak ukur tersebut, pihaknya kemudian membuat kebijakan untuk membuka layanan dikecamatan lainnya.

Masih dikatakan Dita, sejauh ini, jumlah warga Grobogan yang sudah tercakup BPJS sebanyak 806.207 orang atau baru 56 persen. Sedangkan 625.328 orang atau 44 persen belum jadi peserta.

Salah satu kendala yang ditemui, adalah jauhnya akses dari rumah warga ke Kantor BPJS. Khususnya, warga yang tinggal di pelosok. Kondisi ini menyebabkan mereka enggan mengurus JKN KIS karena butuh waktu dan biaya.

Menyikapi masalah itulah, pihaknya melakukan upaya terobosan. Yakni, dengan membuka pelayanan secara periodik di eks Kawedanan yang ada di wilayah tersebut. Dengan langkah ini akan mendekatkan jarak tempuh buat warga yang ingin mendapatkan pelayanan BPJS.

“Jadi, kita akan bikin layanan seperti Samsat atau SIM keliling. Untuk sementara baru bisa kita tempatkan di eks kawedanan dulu mengingat personil juga terbatas,” pungkasnya.

 Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →