Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

2 Calhaj Asal Grobogan yang Sempat Tertahan di Filipina Sudah Kembali ke Kampung Halaman



Reporter:    /  @ 18:50:50  /  5 September 2016

    Print       Email
Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Di antara calon haji Indonesia yang sempat ditangkap dan ditahan otoritas Filipina, ternyata ada dua orang yang berasal dari Grobogan. Yakni, pasangan suami istri Susilo dan Murni, warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh.

Setelah tertahan beberapa hari di Filipina, keduanya akhirnya bisa dipulangkan ke tanah air bersama calon haji lainnya. Dan, pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB, suami istri ini dikabarkan sudah sampai di kampung halamannya.”Dua warga saya yang sempat jadi rombongan calon haji lewat Filipina sudah pulang tadi pagi. Namun, saya belum sempat menemui mereka,” kata Kades Kenteng Sofwan.

Menurutnya, sebelumnya, dia tidak tahu kalau dua warganya itu akan berangkat haji. Soalnya, selama ini, mereka berdua lebih banyak tinggal di Jakarta, karena punya usaha warung makan di sana. Kemungkinan, warganya itu mendaftar haji lewat biro di ibu kota.

Informasi yang didapat menyebutkan, setelah dijemput pulang oleh pemerintah, rombongan calon haji illegal itu diserahkan ke pemrov masing-masing. Selanjutnya, pagi tadi selepas subuh Pemrov Jateng menyerahkan mereka ke pemkab.

Dari 177 calon haji, disebut ada 18 orang yang dari Jateng. Rinciannya, 14 dari Jepara, 2 dari Grobogan dan 2 lagi dari Blora. Sementara itu, pihak Kemenag Grobogan ketika dikonfirmasi justru tidak tahu jika ada dua warga Grobogan yang jadi bagian calon haji yang tertahan di Filipina tersebut.

“Kita malah baru tahu. Soalnya tidak ada tembusan. Nanti, kita minta pihak KUA Kecamatan Toroh untuk segera ke sana,” ungkap Kasubag TU Ali Ichwan yang saat ini merangkap Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →