Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Alasan Nelayan Pengguna Cantrang Memilih Bertahan



Reporter:    /  @ 21:30:48  /  5 September 2016

    Print       Email
 Beberapa kapal terlihat bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang. Saat ini, beberapa nelayan pengguna cantrang masih bertahan menggunakan pukat hela atau tarik, karena beberapa alasan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Beberapa kapal terlihat bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang. Saat ini, beberapa nelayan pengguna cantrang masih bertahan menggunakan pukat hela atau tarik, karena beberapa alasan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Wardi, salah seorang nelayan pengguna kapal cantrang mengaku jika dirinya akan bertahan menggunakan kapal cantrang yang alatnya memakai pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets).

Menurutnya, jika harus disuruh untuk beralih menggunakan alat tankap lain, maka alat yang selama ini sudah dipakai dengan pembelian alat hingga puluhan juta bahkan ratusan juta, akan menganggur begitu saja.

“Memang ada sosialisasi kepada kita yang dilakukan pihak pelabuhan bersama Perum Perindo. Namun, sosialisasi itu, secara tidak langsung menyuruh kita untuk membeli alat tangkap baru. Padahal sebelum aturan ini keluar, kami sudah membeli alat, yang harganya puluhan hingga ratusan juta,” katanya.

Selain itu, menurut dia, peralatan nelayan berupa pukat yang sudah terpakai sejak lama juga sudah memberikan penghidupan yang lebih baik. Meskipun saat ini, rata-rata nelayan mempunyai hutang modal di bank.

“Meskipun kita masih mempunyai tanggungan modal di bank, baik secara mandiri maupun berkelompok saat membeli atau mengadakan pukat cantrang, namun kita juga masih enteng. Akan tetapi, bila kita disuruh ganti alat yang lain, maka akan rugi. Sebab kita juga belum tentu tahu cara perawatannya dan cara menggunakan. Bahkan yang saya dengar, harganya juga puluhan hingga ratusan juta,” ucapnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai tidak diperpanjangnya surat izin operasi kapal untuk berlayar jika tidak beralih menggunakan peralatan seperti yang diatur dalam Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, pihaknya mengaku akan tetap kompak nersama nelayan lainnya.”Tentunya bila itu ada konsekuensinya, maka kita akan kompak. Kecuali atuaran itu ada jalan keluar yang memang tidak memberatkan para nelayan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →