Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Hebat! Siswa SMKN 1 Purwodadi Raih Juara I Lomba Daur Ulang Sampah



Reporter:    /  @ 14:45:59  /  5 September 2016

    Print       Email
Siswa SMKN 1 Purwodadi yang menjadi peserta lomba daur ulang sampah yang digelar BLH Grobogan, berfoto bersama piala juara I (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa SMKN 1 Purwodadi yang menjadi peserta lomba daur ulang sampah yang digelar BLH Grobogan, berfoto bersama piala juara I (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu prestasi lagi berhasil diraih siswa SMKN 1 Purwodadi. Kali ini, prestasinya bukan dari bidang olahraga maupun akademis. Tetapi dari bidang sampah. Tepatnya, juara I Lomba Daur Ulang Sampah yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Grobogan.

Tim SMKN 1 Purwodadi yang ikut lomba ada sembilan orang. Yakni, Anggun Arcita, Dias Astri, Nabila Farahdiva, Wahyu Purwita Sari, Nurul Khumairoh, Putri Lukistiwi, Putri Nur Annisa, Putri Nilawati, dan Seli Fatmahwati.

“Mereka ini adalah siswa kelas XII-AP. Kami merasa bangga dengan prestasi yang diraih dalam lomba daur ulang sampah tersebut,” ungkap Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Menurutnya, sejauh ini, pihaknya memang sudah sering memberikan pelatihan membikin beragam barang dari bahan bekas. Oleh sebab itu, saat mengikuti lomba, siswanya tidak mengalami banyak kesulitan saat membuat kreasi barang dari sampah tersebut.

“Beberapa barang yang ada di lingkungan sekolah, sebagian di antaranya dibuat siswa dari bahan-bahan bekas. Dengan sedikit kesabaran dan ketekunan, aneka barang bekas ini bisa dijadikan barang yang bermanfaat. Di sisi lain, hal ini juga bisa jadi salah satu cara mencegah kerusakan lingkungan akibat sampah,” katanya.

Pelaksanaan lomba kreasi daur ulang sampah itu diselenggarakan di Gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Selasa (30/8/2016) lalu. Peserta lomba adalah sekolah yang menjadi rujukan penilaian Adipura.

“Jumlahnya ada enam sekolah dan masing-masing mengirimkan dua tim. Sekolah yang ikut ada SMP dan juga tingkat SMA. Karena pesertanya ini merupakan sekolah yang jadi rujukan penilaian Adipura maka jumlahnya tidak banyak,” jelas Kasubid Pengawasan dan Penaatan Lingkungan BLH Grobogan Fuad Soleh Anwar.

Dijelaskan, tidak ada tema khusus dalam kreasi daur ulang sampah itu. Setiap peserta bebas membuat produk kerajinan dengan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai dan berpotensi menjadi sampah menjadi barang yang bisa bermanfaat.

“Bahan sampah untuk lomba, dibawa masing-masing peserta dari rumah. Untuk pembuatannya dilakukan di sini dan peserta bebas berkreasi apa saja. Ada empat kriteria dalam penilaian ini, yakni kerapian, keunikan, kesesuaian bahan dan tingkat kesulitan,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →