Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kedapatan Bawa Ratusan Obat Terlarang, Pria Asal Blora Dibekuk Polisi



Reporter:    /  @ 10:06:37  /  5 September 2016

    Print       Email
 Ratusan butir obat terlarang yang diamankan polisi (kiri). Tersangka (wajah diblur) saat menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)


Ratusan butir obat terlarang yang diamankan polisi (kiri). Tersangka (wajah diblur) saat menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Anggota Sat Res Narkoba Polres Rembang membekuk seorang pria berinisial DPS (36) warga Desa Tambahrejo, Kecamatan Blora. Pria ini, diamankan polisi karena kedapatan membawa ratusan obat-obatan terlarang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Res Narkoba AKP Bambang Sugito mengatakan, pelaku diamankan oleh anggota Sat Res Narkoba di depan warung Jalan Raya Pantura Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, pada Sabtu (3/9/2016) sekitar pukul 20.30 WIB.

Polisi sudah sejak lama mencurigai pelaku sebagai pengedar obat – obatan terlarang di wilayah tersebut, dan benar saja saat digeledah ditemukan 928 butir pil double LL/trihex, yang terdiri 535 butir dalam plastik warna bening, 20 tik ( tiap tik isi 10) siap edar di dalam bekas bungkus Rokok Gudang Garam, 14 tik siap edar yang ditaruh di dalam bekas bungkus rokok Gudang Garam dan 53 butir di dalam bungkus kertas warna putih.

“Selain itu, kami juga mengamankan 1 buah Hp merk Mito warna putih,1 buah Hp merk Smartfren warna hitam,6 lembar kertas grenjeng rokok, uang Rp 20 ribu dan satu potong celana pendek warna coklat. Saat ini, kami terus mengembangkan kasusu ini,” ujar Kasat Res Narkoba.

Menurut AKP Bambang, trihex berbahaya dan mengamcam masa depan remaja dan anak sekolah. Apalagi harganya cukup terjangkau hanya Rp 50 ribu /tik . Satu tik berisi 10 butir dan biasanya di konsumsi 3 pengguna . Pil semacam ini masuk ke Rembang akibat pengaruh budaya kota besar seperti Semarang dan Surabaya .

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku saat ini menjalani proses hukum dan dijerat pasal UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 198 dan atau 196 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara .

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengimbau kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan  pemuda agar lebih berhati -hati dalam pencarian identitas diri. “Diharapkan agar lebih selektif dalam mengikuti dinamika teknologi yang terbuka,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →