Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kudus Sangat Perlu Bangun Museum Islam



Reporter:    /  @ 08:00:18  /  5 September 2016

    Print       Email
kudus-museum (e)

Makam Sunan Kudus banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Jika kemudian peninggalan Sunan Kudus disatukan dalam sebuah museum, maka daya tarik wisatawan untuk datang akan meningkat. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus diminta untuk bisa membangun Museum Islam. Pasalnya, banyak sejarah Islam yang dicetak di wilayah ini.

Pengamat sejarah asal STAIN Kudus Moh Rosyid mengatakan, sudah menjadi pemahaman umum bahwa karya budaya sebagai wujud pemikiran dan perilaku, harusnya dijadikan bahan pemahaman  berbangsa. ”Karya itu harus dirawat dan disimpan di tempat yang nyaman agar lestari,” terangnya.

Di Kudus sendiri, menurut Rosyid, terdapat benda bersejarah. Misalnya saja keris Kiai Chintoko dan tombak kembar warisan Sunan Kudus. Kemudian ada cekhatak (pelana kuda, red) warisan Sunan Muria, ornamen Menara Kudus yang afkir, dan lain sebagainya.

”Semua itu perlu disimpan dan dirawat dengan baik. Keberadaan museum Islam di Kudus menjadi kebutuhan mendesak, karena nilai sejarah dan nilai jual atau ketertarikan destinasi wisata,” katanya.

Rosyid kemudian merujuk kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Di sana tertulis bahwa pemerintah daerah (pemda) bertanggung jawab mengatur, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan sebagai cagar budaya.

Dikatakan Rosyid, hal yang perlu dibangun adalah paradigma pelestarian budaya.Yakni keseimbangan aspek ideologis, akademis, ekologis, dan eknomis untuk kesejahteraan rakyat.

”Persoalannya, kepedulian ini belum terpikirkan oleh wakil rakyat dan pemda. Sehingga perlu ditumbuhkan kesadaran pentingnya museum,” tegasnya kemudian.

Untuk itu, ke depannya menurut Rosyid, Pemkab Kudus perlu merancang sebuah museum Islam. Agar museum di Kudus tidak hanya Museum Kretek. Hal yang sama urgensinya adalah dibentuk tim ahli cagar budaya, tenaga ahli pelestari budaya, dan kurator seperti ahli pengelola koleksi museum. ”Kepedulian atas karya leluhur sebagai kata kuncinya” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →