Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Keberadaan PPNI Diharapkan Bisa Pacu Kinerja Perawat



Reporter:    /  @ 20:00:10  /  3 September 2016

    Print       Email
Bupati Rembang Abdul Hafidz (pakai peci) bersalaman dengan perawat yang bertugas di Rembang saat menghadiri rapat kerja PPNI Rembang di Kantor Bupati Rembang, Sabtu (03/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (pakai peci) bersalaman dengan perawat yang bertugas di Rembang saat menghadiri rapat kerja PPNI Rembang di Kantor Bupati Rembang, Sabtu (03/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Keberadaan organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Rembang diharapkan bisa berperan dalam peningkatan kinerja para perawat. Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz pada saat rapat kerja daerah PPNI di Kantor Bupati, Sabtu (03/09/2016).

Menurutnya, perawat merupakan sumber daya manusia yang penting di dalam pelayanan kesehatan. Kapasitas mereka dituntut tinggi dalam hal melayani masyarakat. “Sebagai organisasi profesi, PPNI memiliki posisi strategis dalam membantu Pemkab Rembang dalam hal pelayanan kesehatan yang bermutu,” ujar Hafidz.

Dalam hal ini, dirinya juga memberikan apresiasi dengan diadakannya rakerda. Harapannya, hal tersebut bisa meningkatkan kapasitas perawat. Menurutnya, jika kapasitas perawat bagus, kesejahteraannya bisa meningkat. Namun sebaliknya, jika kapasitasnya jelek, kesejahteraan juga sulit untuk ditingkatkan.

Pemkab, katanya, memiliki tekad untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, infrastruktur hingga prasarana. Seperti halnya pengembangan puskesmas dan penambahan kendaraan ambulance. Dia mengaku, bahwa masih banyak yang perlu ditata di bidang kesehatan, yakni SDM dan manajemen.”Keilmuannya memadai dan tata cara pelayanan juga harus ada peningkatan. Ini sangat penting bagi perawat, karena senyumnya perawat ini sudah 20 persen menyembuhkan penyakit,” selorohnya.

Sementara itu, Ketua PPNI Rembang, Taba Tohamik menuturkan, posisi perawat memang sangat vital. Pelayanan yang diberikan perawat bisa menjadi gambaran bagaimana pelayanan suatu puskesmas maupun rumah sakit.Untuk itu, pihaknya tetap akan mengawal kompetensi perawat di Rembang.

Sementara itu, terkait rakerda, pihaknya mengungkapkan, agenda yang akan menjadi prioritas yakni tentang perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR). Pasalnya akhir tahun ini STR hampir semua habis masa berlakunya.

“STR ini berfungsi sebagai legal aspek, bahwa perawat itu secra legal boleh memegang pasien. Kalau puskesmas atau rumah sakit mempekerjakan perawat yang tidak punya STR maka itu tidak boleh,”jelasnya.

“Perpanjang STR inipun tidak semudah yang dibayangkan. Selama bekerja, perawat harus terus mengembangkan diri, seperti, perawat harus melakukan pelayanan keperawatan, pengabdian masyarakat, di  antaranya ikut dalam pelayanan cek kesehatan gratis, donor darah, selanjutnya unsur pengembangan diri seperti menulis, penelitian serta diklat, whorkshop dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →