Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Disebut Ada Kejanggalan dalam Pengisian Perangkat Desa Gadudero Pati, Calon Lapor ke Polisi



Reporter:    /  @ 17:10:34  /  3 September 2016

    Print       Email
Sayogo (berdiri,baju putih), salah satu calon perangkat desa yang protes terhadap kebijakan yang ditetapkan panitia pengisian perangkat Desa Gadudero, Sukolilo, Sabtu (03/08/2016) (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sayogo (berdiri,baju putih), salah satu calon perangkat desa yang protes terhadap kebijakan yang ditetapkan panitia pengisian perangkat Desa Gadudero, Sukolilo, Sabtu (03/08/2016) (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Proses pengisian perangkat Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo di Balai Desa Gadudero, Sabtu (03/09/2016), diwarnai hujan interupsi dan protes dari salah satu calon perangkat. Pasalnya, proses uji publik yang dilakukan panitia dianggap tidak absah dan penuh dengan kepentingan politis.

Sayogo, salah satu calon perangkat yang protes mengatakan, Abdul Jalil merupakan calon perangkat yang tidak bisa menunjukkan surat keputusan (SK) terkait dengan keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan, seperti karang taruna. Namun, Jalil memiliki surat pengabdian yang diketahui kades dan disaksikan lima orang.

Dengan surat pengabdian tersebut, Jalil dinyatakan lolos uji publik oleh panitia pengisian perangkat desa. Hal tersebut yang menuai protes keras dari Sayogo dan masyarakat yang hadir dalam uji publik di Balai Desa Gadudero.

Sayogo menilai, surat pengabdian tersebut dibuat sarat akan kepentingan politis. Karena itu, dia melaporkan proses pembuatan surat pengabdian kepada polisi. “Dalam kesaksian yang ditandatangani lima orang saksi dan kades itu punya konsekuensi hukum. Bila kesaksian itu palsu dan dibuat-buat, itu jelas dilarang hukum, sehingga punya hak untuk melaporkan tindakan tersebut kepada polisi,” ungkap Sayogo.

Kendati surat pengabdian itu diakui sah secara hukum, tetapi bisa tidak punya kekuatan hukum ketika lima orang yang bersaksi mencabut kesaksiannya. Karena itu, Sayogo akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan polemik pengisian perangkat Desa Gadudero yang dinilai sarat akan kepentingan politis.

Secara terpisah, Kepala Desa Gadudero, Setiyo Budi menilai, mekanisme pengisian perangkat desa sudah sesuai dengan aturan. Karena, bila calon tidak sanggup menunjukkan SK pengabdian di organisasi kepemudaan bisa dibuktikan dengan SK dari kepala desa disaksikan paling sedikit lima orang.

“Mekanisme pengisian perangkat desa sudah sesuai dengan aturan. Dalam hal ini, perbup yang menjadi acuan. Kami berharap supaya semua pihak bisa menerima dengan baik tahapan penjaringan supaya tidak menimbulkan polemik sosial,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →