Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Uji Publik Perangkat Desa di Gadudero Pati Diwarnai Aksi Protes



Reporter:    /  @ 12:22:52  /  3 September 2016

    Print       Email
Sayogo (berdiri) salah satu calon perangkat desa, protes pada panitia penjaringan karena pengabdiannya pada masyarakat dinilai tidak absah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sayogo (berdiri) salah satu calon perangkat desa, protes pada panitia penjaringan karena pengabdiannya pada masyarakat dinilai tidak absah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Proses pengisian perangkat Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Pati pada tahapan uji publik dan kompetensi diwarnai aksi protes dari calon perangkat dan warga setempat. Uji publik dilakukan di Balai Desa Gadudero, Sabtu (03/09/2016).

Tak seperti proses penjaringan perangkat desa pada umumnya, tahapan pengisian perangkat desa di Gadudero dihadiri banyak warga dan dikawal ketat anggota keamanan dari polsek dan koramil setempat. Bahkan, camat juga hadir dan acapkali menengahi aksi protes dalam uji publik tersebut.

Sayogo, calon perangkat desa yang mengajukan protes mengatakan, Abdul Jalil yang juga peserta calon perangkat desa tidak pernah ikut dalam keanggotaan karang taruna. Namun, dia mendapatkan keterangan aktif dalam kegiatan kepemudaan yang ditandatangani kades dengan saksi lima orang. Kesaksian itu ditandatangani di atas materai.

Menjawab hal tersebut, Ketua Tim Penjaringan Perangkat Desa Gadudero, Sutekat menuturkan, sesuai dengan Perbup Nomor 8 Tahun 2016, calon yang tidak bisa menunjukkan bukti keanggotaan pengabdian pada organisasi kepemudaan, bisa menggunakan keterangan kades dengan lima orang saksi.

“Meski ada banyak adu argumen dari lima calon yang akan melaju sebagai perangkat desa dan sempat ada ketegangan, tapi uji publik dan verifikasi persyaratan administrasi berjalan baik. Sebab, kita mengacu perbup. Kita memakai landasan legal formal yang ada, bukan opini atau pendapat. Kalau secara legal formal sudah dipenuhi, kami nyatakan sah. Kami tidak mau ambil risiko,” ucap Sutekat.

Sementara itu, Camat Sukolilo Sugiyono mengatakan, calon perangkat sebetulnya tidak boleh saling menyerang dalam uji publik. Tapi, hal itu kemudian dimaklumi agar penjaringan perangkat desa bisa berlangsung demokratis. Setelah berlangsung cukup alot, uji publik kelima calon perangkat yang memperebutkan kursi kepala dusun, staf kadus, dan staf pemerintahan dinyatakan lolos verifikasi.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →