Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Belasan Polisi dan Polhut Obok-obok Kawasan Hutan Purwodadi



Reporter:    /  @ 19:30:21  /  2 September 2016

    Print       Email
Anggota Polres Grobogan dan Perhutani sedang melakukan patroli bersama untuk mencegah kebakaran hutan, pada Jumat (02/09/2016).

Anggota Polres Grobogan dan Perhutani sedang melakukan patroli bersama untuk mencegah kebakaran hutan, pada Jumat (02/09/2016).

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Polres Grobogan didampingi petugas dari Perhutani menjelajah kawasan hutan yang ada di wilayah Purwodadi. Agendanya bukan untuk mencari pelaku illegal logging atau memburu penjahat. Tetapi, melakukan patroli bersama untuk mengantisipasi kebakaran kawasan hutan.

“Patroli ini kita lakukan sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan. Kegiatan ini kita lakukan bersama dengan jajaran perhutani,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang ikut serta dalam patroli bersama, Jumat (02/09/2016).

Menurutnya, peristiwa kebakaran hutan saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah. Hal ini menyusul adanya peristiwa kebakaran hutan dan lahan di luar Jawa, khususnya di daerah Sumatera. Meski selama ini tidak pernah terjadi di Grobogan, namun peristiwa kebakaran hutan tetap harus mendapat kewaspadaan. Sebab, jika terjadi bencana itu akan menimbulkan dampak cukup besar.

Selain soal kebakaran, di sepanjang jalur yang dilewati rombongan, anggota juga sempat menyampaikan sosialisasi pada masyarakat. Yakni, terkait pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan.

Sementara itu, Wakil Administratur Perhutani KPH Purwodadi Ronny Merdyanto yang dihubungi terpisah menyatakan, selama ini Perhutani sudah memiliki Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan untuk mengatasi kebakaran hutan. Anggota Satdalkar ini, selain berasal dari petugas Perhutani, juga diisi pihak luar. Yakni, dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Anggota Satdalkar ini sebelumnya sudah mendapat serangkaian pelatihan dasar pemadaman kebakaran berikut penggunaan alat pemadam api ringan (APAR),” katanya.

Untuk mendukung tugas pemadaman, lanjut Ronny, di setiap Posko Satdalkar juga dilengkapi peralatan. Yakni, APAR dan alat pemadaman api tradisional. Dengan adanya peralatan, maka akan memudahkan petugas untuk menangani jika terjadi kebakaran hutan.

Selain mengatasi kebakaran, fungsi Satdalkar juga memberikan serangkaian sosialisasi pada masyarakat. Yakni, meminta masyarakat agar tidak membuang api sembarangan di kawasan hutan, karena bisa menyulut kebakaran yang lebih besar. Masyarakat sekitar hutan juga diminta agar tidak membakar sisa hasil panen tanpa pengawasan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →