Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Perhatian! Sapi-sapi di Purwodadi Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Sebelum Dikarantina



Reporter:    /  @ 19:02:36  /  2 September 2016

    Print       Email
Puluhan ekor sapi sedang makan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Puluhan ekor sapi sedang makan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski bisa dikonsumsi, namun sapi yang dipelihara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi harus melalui tahapan karantina terlebih dahulu. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto saat dimintai komentarnya terkait mulai banyaknya warga yang membeli sapi di situ untuk hewan kurban.

Menurutnya, secara umum, kondisi sapi yang makan sampah itu memang cukup sehat. Meski demikian, jika diperiksa lebih lanjut, dalam daging sapi yang digemukkan di TPA itu bisa mengandung unsur logam yang berbahaya, seperti jenis timbal.

Jika daging ini dikonsumsi manusia, maka dalam jangka panjang bisa berdampak pada masalah kesehatan. Oleh sebab itu, jika sapi di TPA itu akan dikonsumsi atau disembelih, termasuk untuk hewan kurban, maka terlebih dahulu harus dikarantina selama dua bulan.

Selama masa karantina, sapi tersebut harus diberi pakan normal, baik jenis rumput segar atau pakan kering seperti jerami dan tebon serta dikasih minum air yang cukup. Masa karantina ini berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya yang ada dalam tubuh sapi tersebut.

“Kepada para pemilik ternak di TPA serta pedagang sudah kita kasih tahu masalah ini. Selama dua bulan sebelum dijual, sapi mereka harus dikarantina lebih dulu agar kandungan zat berbahaya bisa hilang,” ujar Riyanto didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Nur Ahmad Wardiyanto.

Sementara itu, dari informasi yang didapat, usaha penggemukan sapi di TPA itu sudah berlangsung hampir sepuluh tahun. Hingga sekarang, sudah ada ratusan sapi yang digemukkan di TPA seluas empat hektar itu. Pemilik sapi itu adalah warga sekitar TPA yang tiap harinya mencari barang bekas di tempat tersebut.

Selain sapi, ada juga puluhan kambing dan domba yang dibiarkan makan sampah di TPA tersebut. Hewan ternak ini setiap harinya memang berada di lokasi tersebut. Hanya ketika senja, hewan ini digiring pemiliknya di kandang sederhana yang berada di sisi selatan tempat pembuangan sampah.“Pemilik sapi di TPA ini ada sekitar 50 orang. Mereka yang punya sapi adalah warga sekitar sini saja,” jelas Suparjo, warga disekitar TPA.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →