Publisher is the useful and powerful WordPress Newspaper , Magazine and Blog theme with great attention to details, incredible features...

Administrasi jadi Kendala Pencairan Dana Desa di Jepara

21

dana desa

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan administrasi ternyata masih menjadi kendala bagi sejumlah desa untuk mencairkan dana desa. Di Kabupaten Jepara masih ada sekitar lima desa yang belum bisa mencairkan dana desa tersebut.

Kepala Badan Pemberdayaan Desa (Bapermades) Jepara, Deni Hendarko, menjelaskan, dari 184 desa di Jepara, ada lima desa yang belum bisa mencairkan dana desa. Mereka masih terkendala beberapa masalah. Di antaranya, terkait administasi yang masih belum lengkap.

“Selain itu, ada juga yang terkendala oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang belum beres. Lima desa tersebut berada di empat kecamatan, yaitu Desa Kaliombo, Pecangaan; Desa Paren, Mayong; Desa Tahunan, Tahunan; Desa Sowan Lor dan Surpdadi, Kedung,” ujar Deni kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, proses pencairan dana desa bisa dilakukan dua tahap. Namun perubahan tahapan pencarian tersebut tak sepenuhnya membuat proses pencairan berjalan lancar. Ini dibuktikan dengan masih adanya beberapa desa yang belum bisa mencairkan dana desa. Padahal, tujuan perubahan dari tiga tahap pada tahun lalu menjadi dua tahap tahun ini diharapkan bisa mempermudah pencairan dana desa. “Besaran dana desa bagi masing-masing desa berfariasi, rata-rata sekitar Rp 600 jutaan,” terangnya.

Lebih lanjut Deni mengatakan, dana tersebut masih bisa dicairkan sepanjang persyaratan bisa dipenuhi. Jika tidak, maka dana tersebut tidak bisa dicairkan.  Deni mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah beberapa kali memperingatkan. Baik melalui pihak kecamatan maupun pada pihak desa langsung. ”Karena mereka memang belum memenuhi administrasinya yang tidak bisa,” tandasnya.

Sementara itu, desa lain yang sudah mencarikan dana pada tahap satu ini, sebagian sudah melangkah untuk mengurus pencarian dana desa tahap kedua. Sebagaimana aturan yang berlaku, 60 persen dana desa dicairkan pada tahap pertama. Sisanya 40 persen dicairkan pada tahap berikutnya.

Editor : Akrom Hazami

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.