Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Deflasi Kudus Tinggi, Melebihi Jateng dan Nasional



Reporter:    /  @ 14:12:51  /  2 September 2016

    Print       Email
Kasi Statistik dan Distribusi pada BPS Kudus Wiwik Jumiyati, saat menerangkan soal deflasi, di kantor BPS setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kasi Statistik dan Distribusi pada BPS Kudus Wiwik Jumiyati, saat menerangkan soal deflasi, di kantor BPS setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pada Agustus 2016, Kudus mengalami Deflasi sebesar 0,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 129,65. Deflasi Kudus ternyata sangat tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan Jateng dan nasional, Kudus jauh lebih tinggi.

Hal itu terlihat dari data yang dipaparkan BPS Kudus. Kota Kretek mengalami deflasi sebesr 0,48 persen pada Agustus 2016, sedangkan Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,27 Persen. Deflasi nasional hanya 0,02 persen.

“Pada Agustus, deflasi di Kudus mampu melebihi tingkat Jateng dan Nasional,” kata Kasi Statistik dan Distribusi pada BPS Kudus Wiwik Jumiyati.

Di tingkat di Jawa Tengah, deflasi Kudus menduduki peringkat kedua terbesar. Dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) di Jateng, seluruhnya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi, yakni di Kota Purwokerto sebesar 0,51 persen, diikuti Kota Kudus sebesar 0,48 persen.

Kemudian disusul Kota Tegal sebesar 0,45 persen, Kota  Surakarta sebesar 0,25 persen serta Kota Semarang 0,21 persen dan Cilacap mengalami Deflasi terendah sebesar 0,18 persen.

Wiwik mengatakan, terjadinya deflasi di Kudus disebabkan karena turunnya harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran.

“Kalau laju Inflasi kalender, yakni sebesar 1,11 persen. Sedangkan Year to year (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) sebesar 2,43 persen,” imbuhnya

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →