Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Begini Kiat Disporabudpar Grobogan untuk Melestarikan Kesenian Tari Angguk



Reporter:    /  @ 18:00:11  /  1 September 2016

    Print       Email
Puluhan guru kesenian dari berbagai sekolah di Grobogan sedang berlatih tari angguk di Gedung Wisuda Budaya, Kamis (01/09/2016).

Puluhan guru kesenian dari berbagai sekolah di Grobogan sedang berlatih tari angguk di Gedung Wisuda Budaya, Kamis (01/09/2016).

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana Gedung Wisuda Budaya Purwodadi terlihat meriah, Kamis (1/9/2016). Ada puluhan orang yang tengah melangsungkan latihan tari di situ.

Mereka yang berlatih ini ternyata bukan orang biasa. Tetapi, para guru kesenian tingkat SMP dan SMA sederajat. Dalam latihan tersebut, mereka memainkan satu jenis tari yang berdurasi sekitar tujuh menit. Yakni, tari angguk yang disebut-sebut jadi salah satu kesenian asli Grobogan selain tayub.

“Jumlah guru yang kita libatkan dalam latihan ada 50 orang. Sebagian besar adalah guru putri, karena guru putranya hanya sekitar lima orang saja. Acara ini akan kita langsungkan selama tiga hari sampai Sabtu lusa,” kata Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto.

Latihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan seni budaya Grobogan. Untuk kali ini, kesenian yang dipilih adalah tari angguk.

Hal itu, menurutnya dilatarbelakangi dengan ancaman kepunahan kesenian warisan nenek moyang tersebut akibat era globalisasi. Disebutkan, beberapa tahun lalu, grup kesenian tari angguk di Grobogan ada puluhan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Antara lain, Kecamatan Godong, Grobogan, Kradenan, dan Pulokulon.

“Dulu, grup kesenian tari angguk ini banyak sekali. Sekarang memang masih ada tetapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Itupun, pemainnya sudah generasi lama. Pembinaan ini kita lakukan sebagai upaya menghidupkan lagi kesenian tari angguk,” kata Marwoto didampingi Kasi Pembinaan Pengembangan Pelestarian Seni Budaya Hari Murtijono.

Dijelaskan, tari angguk itu dimainkan oleh banyak orang. Tiap grup, biasanya ada 10 sampai 15 orang penari. Tari angguk itu biasanya ditampilkan untuk meramaikan acara hajatan. Tetapi, seringkali tarian ini juga disuguhkan saat menyambut kedatangan tamu penting.

 Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →