Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Begini Kronologi Meninggalnya Warga Tayu Usai Pijat Alat Vital



Reporter:    /  @ 17:00:07  /  1 September 2016

    Print       Email
Suasana rumah Sasmiyati, tukang pijat di Ngemplak Lor, Margoyoso, yang pasiennya meninggal usai dipijat alat vital lantaran memiliki riwayat penyakit jantung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana rumah Sasmiyati, tukang pijat di Ngemplak Lor, Margoyoso, yang pasiennya meninggal usai dipijat alat vital lantaran memiliki riwayat penyakit jantung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Jepat Kidul, Kecamatan Tayu, bernama Nurhadi (58) dinyatakan meninggal dunia, setelah mengalami gagal napas akibat memiliki riwayat penyakit jantung, Kamis (1/9/2016). Nurhadi meninggal di rumah Sasmiyati, Desa Ngemplak Lor, Margoyoso usai menjalani pijat alat vital.

Petugas medis dari Puskesmas Margoyoso dr Gandi menyatakan, korban mengalami gagal napas saat mengeluarkan sperma ketika dipijat pada bagian alat vital, bersamaan dengan kondisi jantung yang tidak normal. Korban sendiri memiliki riwayat penyakit jantung.

Sasmiyati, penyedia jasa pijat mengaku, korban datang ke rumahnya sekitar pukul 06.30 WIB untuk meminta pijat karena korban mengaku punya penyakit lemah syahwat. Korban diterima dengan baik, kemudian dipijat di sekujur tubuh.

Saat Sasmiyati memijat alat vital, korban mengeluarkan sperma. “Saat mengeluarkan sperma itu, dia bertanya kepada saya, Aku tidak impoten kan bu? Saya bilang, tidak pak,” ungkap Sasmiyati.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 07.30 WIB, korban bersuara seperti orang sesak napas. Sasmiyati kemudian meraba kepala dan jempol kaki, ternyata korban sudah meninggal dunia.

Lantaran panik, Sasmiyati memanggil Rohmad, warga Desa Purwodadi, Margoyoso yang berprofesi sebagai sopir dan warga sekitar. Tak lama setelah itu, polisi juga datang dan kemudian mengumpulkan alat bukti berupa hand body merek Placenta, Baby Oil Cusson, minyak tawon, dan sarung untuk membersihkan sperma.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pihak keluarga sudah menerima kepergian korban dan tidak menuntut kepada Sasmiyati. “Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban, karena memang memiliki riwayat jantung. Surat pernyataan itu ditandatangani pihak keluarga dengan diketahui Kepala Desa Ngemplak Lor Rofi’i,” ujar Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →