Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

10 Akademisi Ilmu Komunikasi di Indonesia Raih Penghargaan IMRAS 2016



Reporter:    /  @ 16:00:21  /  1 September 2016

    Print       Email
Akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia meraih penghargaan AMRAS di Aston Hotel, Semarang, Rabu (31/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia meraih penghargaan AMRAS di Aston Hotel, Semarang, Rabu (31/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Semarang – Serikat Perusahaan Pers (SPS) memberikan penghargaan kepada sepuluh akademisi ilmu komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Penghargaan Indonesia Media Research Awards and Summit (IMRAS) ke-3 tersebut diberikan di Aston Hotel, Semarang, Rabu (31/8/2016) malam.

Kategori media cetak dimenangkan Media Sucahya dari Universitas Serang Raya dengan penelitian “Ekonomi Politik Radar Banten, Strategi Komodifikasi Isi, Khalayak dan Sumber Daya Manusia Menghadapi Persaingan.”

Kategori media online, tiga akademisi ditetapkan sebagai juara. Ketiganya adalah Lisa Lindawati dari Universitas Gajah Mada mengambil judul “Pola Akses Berita Online Kaum Muda” sebagai juara pertama, Formas Juitan Lase dari Universitas Kristen Indonesia berjudul Jurnalisme Multimedia “Long Form” di Media Online: Analisa Konten Berita Tempo.com Maret-Mei 2016 sebagai peringkat dua, serta Albertus Magnus Prestianta dan Adi Wibowo dari Universitas Multimedia Nusantara berjudul Derajat Multi Keahlian (Multitiskilling) Jurnalisme Online sebagai peringkat ketiga.

Kategori media sosial, juara pertama diraih Ester Krisnawati dari Universitas Kristen Satya Wacana berjudul Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Bisnis Online Shop di Instagram (Studi Kasus Iklan @berak di Instagram). Peringkat kedua didapatkan Putri Limilia dan Ikhsan Faudy dari Universitas Pajajaran Bandung berjudul Peran Fitur Anonim Media Sosial dalam Keputusan Penggunaan Media Sosial di Kalangan Remaja. Peringkat ketiga adalah Lestari Nurhajati dan Cyntia Keliat dari LSPR Jakarta dengan penelitian Sikap dan Etika Pengguna Media Sosial dalam Isu Kebebasan Berekspresi.

Selain itu, dewan juri juga menetapkan tiga pemenang pilihan SPS. Ketiganya adalah Harry Febrian dari Universitas Multimedia Nusantara berjudul Massaging Apps, Sebuah Ranah Baru Jurnalisme? Studi Kasus Penggunaan Line di Kompas.com, Fitria Angeliqa dari Universitas Pancasila berjudul Habitus Remaja dalam Literasi Media Online, dan Atwar Bajari dari Universitas Padjajaran dengan penelitian Bahasa Provokasi dalam Media Sosial Pecinta Klub Sepakbola Tanah Air (Studi Etnografi Komunikasi Virtual pada Facebook Fans Club Fanatik Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Ketua Harian SPS Ahmad Djauhar mengatakan, IMRAS menjadi ajang untuk memberikan apresiasi kepada akademisi melalui agenda tahunan. Sebelum ditetapkan sebagai juara, 45 akademisi dari 40 perguruan tinggi se-Indonesia berkumpul untuk mempresentasikan penelitian bertema “Tren Pola Konsumsi Media di Indonesia”. Media yang dimaksud, meliputi cetak, online, dan medsos.

“IMRAS menjadi salah satu miniatur untuk melihat pencapaian kerja dan karya anak bangsa yang inspiratif, terutama di bidang riset media. Hasil penelitian yang terpilih dianggap punya manfaat dan kontribusi yang nyata untuk bangsa,” tutur Direktur Eksekutif SPS, Asmono Wikan.

Malam penghargaan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo, dan Rektor Universitas Diponegoro Yos Yohan Utama. Menteri Pariwisata RI Arief Yahya yang hadir juga ikut menyerahkan penghargaan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →