Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tax Amnesty Disebut Wagub Sebagai Bentuk Ketaatan



Reporter:    /  @ 10:00:04  /  1 September 2016

    Print       Email
jepara-masjid (e)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menandatangani prasasti peresmian Masjid Jami’ Darussalam Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Rabu (31/8/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan jika program tax amnesty atau pengampunan pajak, merupakan bentuk dari sebuah ketaatan warga negara.

Heru mengatakan jika, tax amnesty yang diprogramkan pemerintah ini, adalah untuk menarik ketaatan dan ketertiban wajib pajak. ”Utamanya wajib pajak yang menyimpan uangnya di luar negeri,” ujarnya saat meresmikan Masjid Jami’ Darussalam Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Rabu (31/8/2016).

Menurut Heru, jika penerimaan pajak lancar, maka pembangunan akan lancar juga. Termasuk kemiskinan dapat teratasi, serta tidak perlu lagi utang ke luar negeri. ”Dengan demikian negara akan kuat, tidak banyak utang dan sejahtera. Dalam hal ini, Desa Teluk Wetan telah memberikan contoh yang baik,” terangnya.

Apresiasi Heru kepada Desa Teluk Wetan memang wajar. Warga di desa ini  mampu membuktikan keyakinan soal kokohnya budaya gotong royong. Sehingga warga bisa membangun masjid megah dengan hasil swadaya sendiri, senilai Rp 10,5 miliar.

Terkait hal ini, Heru mengatakan jika gotong royong dan persaudaraan tersebut diharapkan tidak hanya di tingkat desa saja. Tetapi harus dilakukan hingga tingkat nasional. ”Di Negara Indonesia ini, tidak ada yang tidak bisa dan tidak mungkin, jika dilakukan dengan gotong royong,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berharap keberadaan masjid di Desa Teluk Wetan itu, mampu memberikan semangat baru. Utamanya semangat meningkatkan kebersamaan dalam ibadah dan kemasyarakatan.

Membangun masjid, menurut Marzuqi, memang tidak mudah dan susah. Tetapi lebih susah lagi untuk memakmurkannya. Untuk itu, dia berharap jangan sampai terjadi masjid yang megah itu menjadi tempat yang kurang bermanfaat.

”Gunakanlah semaksimal mungkin untuk kepentingan umat, keagamaan, dan masyarakat. Seperti musyawarah dan pengajian, remaja dan perpustakaan, serta kegiatan positif lainnya,” katanya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →