Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Soal Hidup Penuh Toleransi, Contohlah Kabupaten Kudus



Reporter:    /  @ 23:30:05  /  31 Agustus 2016

    Print       Email
kudus-toleransi (e)

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Mohamad Arja Imroni memberikan tausiyahnya pada acara yang berlangsung di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak pihak yang mempertanyakan apakah di negeri ini masih ada toleransi atau tidak. Khusus untuk yang satu ini, Kabupaten Kudus bisa dijadikan contoh.

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Mohamad Arja Imroni mengatakan, toleransi di Kabupaten Kudus perlu dijadikan percontohan bagi wilayah-wilayah lain. ”Terutama wilayah yang kerap menjadikan perbedaan agama sebagai sebab konflik,” katanya saat berkunjung ke Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, belum lama ini.

Menurutnya, di Kudus sejak dahulu sangat menjunjung tinggi toleransi. Warisan toleransi yang diajarkan Sunan Kudus, hinga sekarang masih bisa dirasakan. Contohnya Sunan Kudus tidak menyembelih sapi demi menghormati pemeluk agama Hindu yang mengkultuskan sapi.

”Sunan Kudus bukan berarti mengharamkan sapi. Secara teologis Sunan Kudus menganggap sapi halal. Tapi demi menghormati orang-orang Hindu, Sunan Kudus tidak memperbolehkan menyembelih sapi. Inilah toleransi,” tegasnya.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang ini mengatakan, jika masyarakat dapat menghargai keberagaman, menjaga kerukunan, dan menjunjung tinggi perdamaian, maka masyarakat akan sejahtera.

”Jadi, kalau masyarakatnya sudah menghormati perbedaan, saling tolong menolong, maka dalam waktu yang cepat masyarakat ini akan sejahtera, akan makmur,” terangnya.

Kiai Arja mengimbau supaya masyarakat Kudus dan Indonesia pada umumnya, untuk mengedepankan toleransi dalam menghadapi keragaman. Orang-orang Islam harus menghormati orang Nashrani, dan Sedulur Sikep. Begitu juga sebaliknya.

”Sesungguhnya semua agama mengajarkan kebaikan. Agama apapun melarang mabuk-mabukan, judi, dan tindakan jahat. Jadi semua pemeluk agama harus mengedepankan toleransi, saling menghormati dan menghargai,” jelasnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →