Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tergiur Bunga Tinggi, Puluhan Warga Pati Kehilangan Uang Miliaran



Reporter:    /  @ 15:15:54  /  31 Agustus 2016

    Print       Email
Sumiyati, nasabah asal Desa Gabus menunjukkan sertifikat penyertaan modal yang ditandatangani General Manager PT BIG, Novi Natalia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sumiyati, nasabah asal Desa Gabus menunjukkan sertifikat penyertaan modal yang ditandatangani General Manager PT BIG, Novi Natalia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan warga Pati yang menginvestasikan uangnya di PT Berjaya Indah Guna (BIG) menggeruduk kantor tersebut, lantaran uangnya tidak bisa ditarik kembali. Mereka berbondong-bondong menduduki kantor PT BIG di Jalan Kyai Saleh Nomor 32-D, Pati, Rabu (31/8/2016).

Susilowati, nasabah asal Desa Puri, Kecamatan Pati mengaku menginvestasikan uangnya di PT BIG, karena tergiur bunga yang sangat tinggi. Bila sejumlah koperasi di Pati memberikan bunga satu persen setiap bulan, PT BIG berani memberikan bunga, antara 3-4 persen setiap bulan.

Dengan modal Rp 200 juta saja, nasabah sudah mendapatkan bunga Rp 5 juta setiap bulan. Sementara itu, penyertaan modal senilai Rp 50 juta bisa menikmati bunga Rp 1,5 juta per bulan. Tak ayal, banyak nasabah yang berbondong-bondong menyertakan modal di sana sebagai investasi.

“Awalnya saya sudah berinvestasi di Koperasi PENI, sudah aman dan baik. Namun, ada orang yang memberi tahu bila investasi di PT BIG bunganya besar. Saya akhirnya tergiur, karena untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak tahunya, uang saya tidak bisa kembali,” kata Susilowati.

Dia menuturkan, Direktur PT BIG Denny Adi Saputro sudah berjanji uang penyertaan modal sudah bisa dikembalikan, setelah uang dari Jakarta cair karena akan jual properti. Selain itu, Denny sudah memberikan pesan singkat kepada Susilowati bahwa deviden akan dibagikan paling lama Agustus 2016.

“Dia juga bilang kalau surat resmi dari pusat terkait dengan deviden dan pengambalian uang sudah ada di kantor, tapi saya cek ternyata tidak ada surat resminya. Teman-teman nasabah lain banyak yang tertipu, mulai angka kecil sampai Rp 750 juta. Ada pula teman yang hanya bisa menangis, karena harta satu-satunya yang diinvestasikan raib dan tidak bisa kembali,” ungkap Susilowati.

Saking tergiurnya, Susilowati sempat memperpanjang investasi kendati sudah jatuh tempo. Kecurigaan Susilowati mulai muncul, ketika uang investasinya itu akan diambil untuk keperluan hajatan mantu, tetapi tidak bisa dicairkan. Puncak kemarahan nasabah meluap, setelah berbulan-bulan tidak menerima bunga dan uang tidak bisa ditarik.

Sumiyati, warga Desa Gabus yang menginvestasikan uangnya senilai Rp 200 juta hanya bisa pasrah uangnya tidak bisa kembali. Rencananya, para nasabah akan melaporkan PT BIG kepada polisi dalam waktu dekat. Dari informasi yang dihimpun, jumlah total uang para nasabah yang diinvestasikan di PT BIG mencapai Rp 26 miliar.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →