Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Forum DAS Muria Kunjungi 3 Desa Hayati di Pati



Reporter:    /  @ 20:27:32  /  30 Agustus 2016

    Print       Email
Forum DAS Muria meninjau Air Terjun Tedunan di Desa Sitiluhur, Gembong yang mulai dibuka sebagai objek wisata baru, Selasa (30/08/2016) (MuriaNewsCom/Lismanto)

Forum DAS Muria meninjau Air Terjun Tedunan di Desa Sitiluhur, Gembong yang mulai dibuka sebagai objek wisata baru, Selasa (30/08/2016) (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria mengunjungi tiga desa hayati yang ada di Kabupaten Pati, Selasa (30/8/2016). Ketiga desa hayati tersebut, antara lain Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, dan Desa Plukaran, Kecamatan Gembong.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Forum DAS Muria mengecek sejumlah tempat yang dijadikan sebagai kawasan wisata baru. Di Desa Sitiluhur, misalnya. Di sana, pemdes dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) membuka lokasi wisata baru bernama Air Terjun Tedunan.

Kunjungan itu untuk memastikan bila pembukaan wisata baru di desa hayati tidak merusak lingkungan yang berpotensi mengancam eksistensi Desa Sitiluhur sebagai desa hayati. Pasalnya, kawasan Pegunungan Muria pada era reformasi sudah mengalami kerusakan hebat akibat illegal logging.

“Kunjungan kita untuk memastikan bila pembukaan wisata baru tidak merusak lingkungan. Potensi wisata alam memang bagus untuk dikelola, selama metode manajemennya menggunakan pendekatan wisata hutan. Di satu sisi, wisata bisa berjalan dengan baik. Di sisi lain, Muria sebagai kawasan hutan lindung perlu dilindungi dengan konsep pendekatan wisata hutan,” ujar Ketua Forum DAS Muria, Hendy Hendro.

Usai meninjau Air Terjun Tedunan, Hendy mengaku bila objek tersebut memang laik dijadikan sebagai destinasi wisata di Desa Sitiluhur. Pohon dan hutan di sekitanya masih sangat asri. Begitu juga dengan bebatuan, jalan terjal dan curam, serta aliran sungai masih sangat jernih.

Karena itu, dia berpesan kepada pemerintah desa, pokdarwis, dan pengelola wisata bisa memperhatikan pengunjung dengan baik supaya tidak merusak ekosistem yang ada di dalamnya. Lebih dari itu, manajemen wisata diharapkan benar-benar memperhatikan kelestarian alam.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →