Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kisah Nur Rohmadi, Warga Kertomulyo Pati yang Cacat Selama 45 Tahun



Reporter:    /  @ 09:02:56  /  30 Agustus 2016

    Print       Email
 Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum (kiri) bersama anggotanya memberikan bantuan sembako kepada Rohmadi, warga Kertomulyo yang cacat sejak lahir. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum (kiri) bersama anggotanya memberikan bantuan sembako kepada Rohmadi, warga Kertomulyo yang cacat sejak lahir. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Cacat sejak lahir dialami Nur Rohmadi (45), warga Kertomulyo RT 2 RW 2, Kecamatan Trangkil, Pati. Sulung dari lima bersaudara ini tidak bisa berjalan, tidak bisa makan, dan tidak bisa mandi.

Dalam hidup sehari-hari, Rohmadi dirawat saudara-saudaranya secara bergantian. Saat ini, dia tinggal di rumah adiknya, Hartatik (33), lantaran ibunya sudah meninggal dunia. Sementara itu, ayah Rohmadi sudah mulai tua sehingga tidak bisa merawatnya.

Perasaan putus asa acapkali menghampiri Rohmadi. Bahkan, dirinya tidak jarang berdoa agar segera meninggal dunia menyusul ibunya. Namun, Hartatik mengaku bila kakaknya itu tidak pernah marah.

“Kakak saya tidak punya sifat marah. Dia juga tidak pilih-pilih makanan. Nasi dengan lauk apa pun biasanya dimakan. Kalau ada keluarga yang marah, dia hanya menangis dan ingin meninggal dunia menyusul ibunya,” tutur Hartatik.

Sebelum dirawat ayah dan saudaranya, Rohmadi dirawat ibunya bertahun-tahun. Dia selalu disuapi ibunya, karena tangannya tidak berfungsi dengan baik. Sepeninggal ibunya, Rohmadi mau tidak mau harus makan sendiri. Tak jarang, nasi yang akan ia makan tumpah berceceran, karena tangannya tidak berfungsi dengan baik.

“Waktu makan dan mandi, kami membantunya. Namun, kami tidak selalu membantu menyuapi makan sehingga beberapa kali makan sendiri. Karena mengalami kekurangan fisik, kakak saya juga tidak pernah pakai celana, tetapi hanya baju saja. Kami selalu berusaha sabar untuk merawat kakak pertama kami,” ungkap Hartatik.

Melihat hal tersebut, Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum bersama dengan empat anggota polisi wanita (polwan) memberikan bantuan berupa sembako. Dia memanfaatkan momentum Hari Jadi Polwan ke-68 pada 1 September 2016 mendatang untuk berbagi kepada sesama.

“Orang seperti Rohmadi perlu mendapatkan uluran tangan. Kita tidak bisa membayangkan sejak lahir hidup dalam keterbatasan fisik, tidak bisa bekerja, dan hidup dari orang lain. Semoga sembako yang diberikan memberikan manfaat bagi Rohmadi dan keluarganya,” ucap AKP Sulistyaningrum.

Sementara itu, Bripda Mira Indah Cahya Sari, salah satu polwan dari Polsek Wedarijaksa sempat meneteskan air mata saat memberikan bantuan. Dia hanya berempati dan membayangkan betapa beratnya cobaan yang dihadapi Rohmadi. “Kami berdoa supaya dia diberi kemudahan, kesehatan, dan kebahagiaan,” tukas Bripda Mira.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →