Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Jadi Calo PNS, BIN Gadungan Tipu Warga Hingga Ratusan Juta



Reporter:    /  @ 16:32:13  /  29 Agustus 2016

    Print       Email
Teguh Setiyanto (baju orange) tersangka penipuan saat mengikuti gelar perkara di Mapolres Rembang, Senin (29/8/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Teguh Setiyanto (baju orange) tersangka penipuan saat mengikuti gelar perkara di Mapolres Rembang, Senin (29/8/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang anggota BIN gadungan yang mengaku berpangkat Letnan Jenderal atas nama Teguh Setiyanto (58) warga Blok Bangong RT 1 RW 1,Temiyang Sari, Kecamatan Kroya, Indramayu, Jawa Barat, ditangkap jajaran aparat gabungan TNI dan polisi. Mengaku sebagai anggota BIN, Teguh ternyata kerap melakukan penipuan sebagai calo PNS.

“Tersangka mengaku berpangkat Letjen. Setelah diselidiki, dia itu sipil yang meresahkan masyarakat. Dia melakukan penipuan hingga ratusan juta dengan alasan bisa memasukan PNS di sebuah instansi yang diinginkan. Untuk yang di Rembang, sementara korbannya ada dua yakni M dan SR,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, Senin (29/8/2016).

Peristiwa penipuan tersebut bermula ketika saudara SR menghubungi Suwarno, warga Desa Sari Rejo, RT 4 RW 1 Kecamatan Pati, yang mungkin saja bisa memasukkan anak dan menantu SR menjadi PNS. Setelah itu, Suwarno menghubungi Teguh Setiyanto.

“Setelah itu diatur pertemuan antara pelaku dan korban. Teguh, ketika itu menunjukkan kartu identitas TNI serta dokumen lain yang berkaitan dengan penerimaan PNS. Saat itu pula, Suwarno meyakinkan kepada korban, jika pelaku benar-benar anggota BIN,” kata Kapolres.

Setelah itu, terjadilah sebuah transaksi. Yakni, pelaku meminta uang yang disebut sebagai administrasi sebesar Rp 15 juta. Uang sebesar itu untuk tiga orang, yakni anak dan menantu korban. Tak cukup sampai di situ, korban juga diminta untuk menyerahkan uang Rp 150 juta per orang agar bisa masuk PNS. Namun, uang itu tidak diserahkan langsung pada saat pertemuan tersebut.

“Pertemuan pertama ini kan sekitar Januari 2016 lalu. Kemudian pada bulan Juli, pelaku menghubungi korban untuk mengumpulkan dokumen, baik itu berupa SK guru honorer dan lain sebagainya. Katanya, dokumen tersebut akan segera diproses dan paling lambat Agustus hingga September sudah selesai,” katanya.

Selanjutnya, pada 19 Agustus 2016 lalu, korban dan pelaku bertemu di salah satu rumah makan yang ada di Pati. Kali ini, korban diminta untuk membayar uang yang telah disebutkan beberapa waktu lalu. Pelaku juga menyebut jika penerimaan PNS dari Kemenpan Pusat sudah turun.

“Sebenarnya korban menghendaki pertemuan itu dilakukan di Rembang, namun pelaku berasalan bahwa dirinya habis kecelakaan. Dan akhirnya pertemuan itu dilakukan di Pati. Korban juga menyerahkan uang Rp 100 juta, yang kemudian pelaku menyerahkan surat yang disebut dari Kemenpan. Setelah itu,korban ternyata mengetahui jika surat tersebut palsu,” ungkapnya.

Kemudian, korban melaporkan kasus penipuan tersebut ke pihak Polres Pati, yang kemudian diteruskan ke Polres Rembang, sebab, TKP atau korban berada di Rembang. Polres Rembang kemudian berkoordinasi dengan pihak Kodim Pati, dan akhirnya pelaku bisa dibekuk. “Untuk tersangkanya sebenarnya bukan satu orang saja, tapi ada lagi. Tapi satu tersangka tersebut, kini sedang dirawat di rumah sakit karena sakit jantung,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →