Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ratusan Agen Pengawas Pilkada Pati Ditebar dari Kalangan Santri



Reporter:    /  @ 20:00:49  /  27 Agustus 2016

    Print       Email
Pengasuh Ponpes Kulon Banon, KH Muadz Thohir menyerahkan ID Card pengawas partisipatif kepada perwakilan santri, Sabtu (27/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengasuh Ponpes Kulon Banon, KH Muadz Thohir menyerahkan ID Card pengawas partisipatif kepada perwakilan santri, Sabtu (27/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah dan Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Pati menebar ratusan agen pengawas Pilkada Pati 2017 dari kalangan santri. Mereka dibekali dengan ID Card pengawas di Ponpes Kulon Banon, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, Sabtu (27/8/2016).

Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Abhan Misbah mengatakan, setiap orang yang memiliki hak pilih sebetulnya punya hak untuk melakukan pengawasan pada pilkada. Pengawasan yang berasal dari masyarakat yang punya hak pilih itu disebut dengan pengawas partisipatif.

Pemberian ID Card pengawas yang diberikan kepada ratusan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Pati tersebut hanya dijadikan sebagai simbol bahwa mereka punya peran pengawasan pada Pilkada Pati 2017. “ID Card itu menjadi simbol bahwa mereka sudah mengikuti sosialisasi pengawasan partisipatif. Para santri di Pati diharapkan menjadi agen yang mengawasi pelaksanaan Pilkada Pati 2017 supaya bisa berjalan dengan baik dan demokratis,” tutur Abhan.

Para santri juga diharapkan bisa menyebarkan “virus” pengawasan kepada masyarakat di sekitarnya untuk ikut aktif dalam melakukan pengawasan Pilkada Pati 2017. Dengan bekal pengetahuan agama yang cukup, para santri dianggap sangat mumpuni untuk menjadi agen pengawasan, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama mengawasi pesta demokrasi yang akan digelar di Pati pada 15 Februari 2017.

Menurut Abhan, sekecil apa pun partisipasi pengawasan dari masyarakat memiliki peran yang sangat penting ketika terjadi masalah dalam Pilkada. Mengacu pada pilkada periode sebelumnya, partisipasi pengawasan dari masyarakat dinilai masih sangat minim dibandingkan dengan temuan-temuan yang ada.

Mengingat hal tersebut, Bawaslu dan Panwas di setiap daerah memiliki rangkaian agenda sosialisasi pengawasan partisipatif untuk meningkatkan peran masyarakat di bidang pengawasan pada Pilkada 2017 mendatang. Karenanya, dia mengimbau kepada warga Pati untuk tidak ragu melaporkan kepada Panwas ketika menemukan pelanggaran pilkada.

Zainal Arifin, salah satu santri yang ikut sosialisasi tersebut mengaku siap untuk menjadi agen pengawasan Pilkada Pati 2017. Setelah mendapatkan materi sosialisasi, Zainal juga akan mengajak kepada masyarakat sekitar untuk ikut terlibat sebagai pengawas partisipatif.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →