Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Anarkis, Pendukung Pilkada di Jepara Bakal Dihajar Polisi



Reporter:    /  @ 15:30:31  /  27 Agustus 2016

    Print       Email
pengamanan

Polres Jepara melakukan simulasi pengamanan di mapolres setempat. Jajaran polres mulai melakukan kesiapsiagaan jelang Pilkada 2017. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Jajaran kepolisian dari Polres Jepara bersama aparat dari instansi lainnya siap menghadapi pendukung calon bupati dan wakil bupati yang anarkis pada Pilkada 2017. Kesiapan tersebut dibuktikan dengan sukses melakukan simulasi penanganan aksi demo anarkis di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara, Sabtu (27/8/2016).

Dalam simulasi tersebut, mulanya ratusan pendukung salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara melakukan aksi demo dengan membawa tulisan-tulisan bentuk protes. Kemudian demonstran berusaha masuk dan menembus pagar aparat. Namun, upaya mereka gagal dan terjadi aksi dorong-mendorong.

Tak hanya aksi dorong-mendorong saja, tetapi juga ada oknum dari demonstran yang melakukan provokasi sehingga suasana memanas. Sejumlah demonstran melakukan tindak kekerasan kepada aparat berupa pemukulan dan pelemparan. Tak hanya itu, beberapa kendaraan menjadi korban dari kebrutalan demonstran.

Dengan sigap, aparat mengendalikan para demonstran dengan bantuan tembakan gas air mata. Sontak, demonstran yang anarkis tersebut berlarian karena mereka yang terkena gas air mata merasa kesakitan ada bagian mata dan tenggorokan.

“Ini adalah simulasi yang dilakukan untuk mempersiapkan para anggota agar siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, termasuk kemungkinan terburuk yakni adanya demo anarkis yang dilakukan pendukung calon pada Pilkada nanti,” ujar Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin kepada MuriaNewsCom, Sabtu (27/8/2016).

Dalam simulasi ini tidak hanya anggota polisi biasa yang berperan sebagai demonstan, namun juga jajaran kapolsek yang ada di lingkungan Polres Jepara. Selain itu juga ada dari unsur PNS, Satpam dan juga yang lainnya. Total, peserta simulasi baik sebagai aparat maupun demonstran berjumlah sekitar 600 orang.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang turut hadir mengatakan, semua ini adalah simulasi yang merupakan wujud kesiapan yang dilakukan oleh aparat keamanan di Kabupaten Jepara. Meski simulasi berjalan lancar, namun pihaknya berharap agar peristiwa demo anarkis seperti yang dipraktikkan kali ini tidak terjadi.

“Semoga saja tidak sampai ada tindakan anarkis seperti ini. Semuanya berharap agar Pilkada 2017 nanti berlangsung dengan kondisi aman dan tertib, serta kondusif,” kata Marzuqi.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →