Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pemilihan Mas dan Mbak Grobogan 2016 Diwarnai Aksi Protes



Reporter:    /  @ 13:15:44  /  27 Agustus 2016

    Print       Email
Plt Kadisporabudpar Grobogan Wiku Handoyo memberikan ucapan selamat dan hadiah pada pemenang Mas dan Mbak Grobogan 2016 di Gedung Wisuda Budaya, Purwodadi, Jumat (26/8/2016) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Plt Kadisporabudpar Grobogan Wiku Handoyo memberikan ucapan selamat dan hadiah pada pemenang Mas dan Mbak Grobogan 2016 di Gedung Wisuda Budaya, Purwodadi, Jumat (26/8/2016) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tuntas sudah rangkaian pemilihan Duta Wisata Grobogan 2016, menyusul digelarnya babak grand final di Gedung Wisuda Budaya, Purwodadi, Jumat (26/8/2016) malam. Jalannya acara pemilihan Mas dan Mbak yang dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni berlangsung meriah dan disaksikan ratusan penonton.

Dalam puncak acara yang diikuti 15 pasangan finalis tersebut, nama Agung Nugroho terpilih sebagai Mas Grobogan berdasarkan penilaian dewan juri. Sementara untuk mahkota Mbak Grobogan berhasil diraih Zulaikha Regita Nugraheni.

Meski demikian, usai pelaksanaan grand final, muncul beberapa protes yang dilayangkan pada pihak penyelenggara. Antara lain terkait dengan status pemenang Mas Grobogan 2016, yakni Agung Nugroho.

Di mana, juara I ini dipertanyakan lantaran diindikasikan bukan warga Grobogan. Disebut-sebut, Agung merupakan warga dengan KTP Kudus. Protes lainnya terkait postur sejumlah peserta grand final, khususnya dari kalangan putri. Tinggi badan peserta ini jauh di bawah ketentuan dalam persyaratan. Yakni, 165 cm untuk putri dan 170 cm untuk pria.

“Ketentuan tinggi badan ini sudah tercantum jelas dalam syarat pendaftaran peserta duta wisata. Harusnya, pendaftar yang tidak memenuhi ketentuan ini sudah tereliminasi pada tahap awal,” ungkap Nani, salah satu orang tua peserta grand final duta wisata tersebut.

Selain itu, sorotan lainnya yang muncul terkait perubahan jadwal grand final. Pada awalnya, babak akhir pemilihan Mas dan Mbak Grobogan bakal dilangsungkan Sabtu (27/8/2016). Namun, pelaksanaan grand final diajukan sehari.

Kemudian, soal pemindahan tempat grand final juga dapat sorotan. Semula, lokasinya digelar di Pendapa Kabupaten, tetapi hanya kurang dua hari pelaksanaan, tempat grand final dipindahkan ke Gedung Wisuda Budaya.

Akibat pindahnya lokasi penyelenggaraan yang diumumkan cukup mepet itu, sempat membingungkan. Soalnya, malam itu masih ada banyak orang yang menuju ke Pendapa Kabupaten untuk menyaksikan grand final.

“Saat tiba di pendapa, saya sempat kaget soalnya di situ kok sepi suasananya. Setelah cari info, lokasi pemilihan duta wisata ternyata pindah ke Gedung Wisuda Budaya. Saya tahunya cuma perubahan hari pelaksanaannya saja. Tidak tahu kalau lokasi penyelenggaraan juga ganti tempat,” ungkap Fahmi, salah seorang warga yang sempat ditemui di halaman Pendapa Kabupaten.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino ketika dimintai komentarnya menyatakan, protes yang muncul dalam sebuah event dinilai wajar. Namun, masalah itu sudah bisa dinetralisir setelah diberikan penjelasan.

Menurutnya, dalam persyaratan peserta. Ketentuannya menyebutkan orang yang berdomisili di Grobogan. Jadi, peserta ini tidak dikhususkan buat warga Grobogan saja. Tetapi orang dari luar daerah juga boleh. Tetapi dengan catatan berdomisili di Grobogan dan ada surat keterangan domisili dari kelurahan/desa.

“Jadi, pemenang Mas Grobogan atas nama Agung Nugroho itu kelahirannya Kudus dan kuliahnya juga di sana. Tetapi, sejak beberapa waktu lalu, yang bersangkutan tinggal di Purwodadi karena sedang PKL atau magang di RSUD dr R Soedjati,” jelasnya.

Soal tinggi badan, memang diakui ada beberapa peserta yang di bawah ketentuan. Hal itu dilakukan karena pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan banyak peserta jika ketentuan itu diberlakukan. Oleh sebab itu, beberapa pendaftar yang tinggi badannya kurang dari ketentuan terpaksa diakomodir.

Sedangkan, soal pemindahan jadwal dan lokasi dilakukan seiring adanya kegiatan yang sama waktunya di sekitar situ. Yakni, ada acara Grobogan Berselawat di perempatan alun-alun. Kemudian, mulai tengah malam, komplek pendapa dipersiapkan untuk acara pemberangkatan jemaah calon haji.

“Soal perubahan waktu dan lokasi grand final ini memang kita putuskan agak dekat dengan penyelenggaraan. Tetapi, perubahan ini juga sudah kita umumkan. Namun, bisa jadi masih ada sebagian pihak yang tidak tahu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →