Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Calhaj Jepara Ditahan di Filipina, Keluarga Berharap Agar Dipulangkan



Reporter:    /  @ 08:05:19  /  27 Agustus 2016

    Print       Email

hajid

MuriaNewsCom, Jepara – Belasan Jamaah Calon Haji (Calhaj) asal Jepara masuk dalam daftar nama yang ditahan di Filipina karena tuduhan paspor palsu. Sejak kabar itu mengemuka, keluarga korban yang ada di tanah kelahiran khawatir. Kini mereka berharap agar calhaj yang ditahan segera dipulangkan.

Musyafak, anak ketiga dari Karomisah (63), warga RT 4 RW 1 Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Jepara yang ditahan di Filipina mengatakan, saat ini seluruh anggota keluarga khawatir dan berharap Karomisah bisa segera dipulangkan.

“Sebenarnya sedih sekali jika merasakan kondisi ini, kami saat ini tidak peduli dengan biaya besar yang suda dikeluarkan. Keluarga sepakat menyelesaikan masalah materi itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Musyafak kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sang ayah yakni Sirajudin sebenarnya tak mengetahui jika Karomisah ditahan di Filipina. Pihak keluarga sengaja tak memberitahu sebab kesehatan Sirajudin tengah memburuk. Keluarga sepakat akan terus berdoa dan tiap malam diadakan pembacaan selawat.

“Untuk memohon keselamatan sekaligus menenangan hati keluarga dan bapak. Untuk itu kami berharap dan meminta agar ibu segera dipulangkan,” ungkapnya.

Musyafak berharap masalah ini menjadi bahan pembelajaran. Dia menyarankan agar pemerintah pusat lebih baik mengadakan kordinasi agar kuota negara tetangga bisa dipakai oleh Indonesia.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Troso Kecamatan Pecangaan Jepara, Abdul Basir. Menurut Basir, pihak keluarga dari Desa Troso yang anggota keluarganya turut ditahan di Filipina berharap agar calhaj tersebut segera dipulangkan.

“Saya rasa tidak hanya anggota keluarga yang berharap demikian, namun juga warga terutama para tetangga sekitar, termasuk juga kami sebagai pemerintah desa,” kata Basir.

Seperti diketahui, warga Desa Troso ada dua yang diketahui turut ditahan yakni Nurhadi Sudarmi Sawi dan istrinya bernama Siti Aminah. Keduanya bersama Ibu Musyafak yakni Karomisak merupakan tiga diantara belasan Calhaj asal Jepara yang ditahan oleh otoritas Filipina. Jumlah itu diyakini lebih banyak sebab ada calon jamaah “haji Filipina” yang memakai jalur maupun jasa biro yang berbeda.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →