Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Lampu Tenaga Matahari dan Angin Diklaim Hanya Ada di Kudus



Reporter:    /  @ 01:07:00  /  27 Agustus 2016

    Print       Email
lampu

Petugas memasang lampu tenaga matahari dan tenaga angina di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Murianewscom, Kudus – Lampu yang menggunakan tenaga matahari atau solar cell ataupun bertenaga angin sudah biasa dijumpai. Namun untuk lampu penerangan umum yang memakai tenaga matahari dan tenaga angin, masih jarang ditemui. Bahkan, di Indonesia, kemungkinan besar hanya di Kudus

Lampu ramah lingkungan itu dapat dijumpai  di Alun-alun Kota Kretek. Ada empat titik lampu yang bersumber dari tenaga matahari dan angin sekaligus.

Keempatnya, terdapat di sisi utara alun-alun yaitu dua buah, sedangkan dua buah sisanya di sebelah selatan. “Baru dipasang Jumat siang. Untuk satu tiang membutuhkan satu jam untuk memasang,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus Sumiyatun

Dia mengatakan, lampu ramah lingkungan dengan sistem pengisian daya listrik (matahari dan angin) tersebut diklaim baru pertama diujicobakan di Indonesia. Dan Kudus menjadi lokasi pertama.

“Ada tawaran dari perusahaan asal Jakarta, jadi kami mencobanya dengan meminta dipasang di Simpang Tujuh. Rencananya lokasi kedua di Papua,” ujarnya

Keuntungan lain, kata dia diberikan secara Cuma-cuma. Sehingga tidak membutuhkan biaya sedikitpun untuk membayarnya. Tidak hanya itu, pabrikan yang berteknologi di Tiongkok, memberikan garansi hingga tiga tahun. Sehingga, selain gratis, garansi juga masih diberikan.

Lampu di perangkat itu bisa otomatis menyala secara otomatis mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Kincir angin dan panel surya bisa bergantian mengisi listrik ke penampung daya.

“Jadi meskipun musim hujan, lampu masih dapat terisi lantaran ada baling-baling nya. Sehingga lokasi masih tetap terang,” ujarnya

Sumiyatun menambahkan, perusahaan itu tertarik menggandeng Pemkab Kudus karena dinilai aktif mengembangkan teknologi ramah lingkungan hingga mendapat penghargaan Adipura tahun ini.

“Lampunya berdaya 50 Watt, serta memiliki penerangan setingkat 150 Watt. Hal itu karena teknologi yang canggih serta menggunakan lampu LED,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →