Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Keberadaan Lapangan Tembak di Pegunungan Kendeng Bisa Kurangi Pencurian Kayu



Reporter:    /  @ 19:00:02  /  26 Agustus 2016

    Print       Email
lapangan tembak 2

Sejumlah petugas perhutani DKPH Purwodadi Penganten meninjau lokasi yang direncanakan akan jadi lapangan tembak di Pegunungan Kendeng. (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembuatan lapangan tembak dan perang semesta di pegunungan Kendeng, dinilai positif oleh Camat Undaan Catur Widiyatno, Kudus. Bahkan, dengan adanya lapangan itu maka dapat mengurangi risiko pencurian kayu yang selama ini terjadi.

Catur mengatakan, bahwa pihak kecamatan memberikan dukungan terkait hal itu. Sebab, penjarahan kayu selama ini sudah sangat parah. Dengan adanya lapangan tembak, maka pencurian kayu bisa berkurang.

“Dengan digunakan sebagai lapangan tembak, maka petugas akan siaga. Hal itu, bakal membuat pencuri kayu susahjika hendak melangsungkan aksi,” katanya, Jumat (26/8/2016).

Menurutnya, pencurian kayu sejauh ini berdampak buruk bagi sekitar. Termasuk juga datangnya banjir, lantaran air hujan tidak dapat tertahan oleh pepohonan.

Selain itu, penghijauan yang dilakukan juga mampu memperbaiki gundulnya hutan. Minimal dampak psikologis bagi pencuri akan kewalahan jika hendak menjalanakn aksinya.

“Lokasinya juga pas, jauh dari permukiman. Dengan adanya lapangan tembak, lokasi itu juga akan aman,” pungkasnya.

Rido Haryanto, Aster Perhutani DKPH Purwodadi Penganten, mengatakan rencana pembuatan lapangan khusus itu sudah jelas. Bahkan persiapan yang digunakan juga sudah dilaksanakan.

“Ada 2.329 hektare lahan yang digunakan, jumlah luasan tersebut merupakan areal hutan yang cukup terjal untuk dilewati,” katanya krpada MuriaNewsCom, Jumat (26/8/2016).

Lahan pegunungan dipilih, karena lokasi itu pas digunakan untuk perang semesta. Selain lokasi yang luas, medan yang terjal juga menjadi hal yang  mendukung jadi lapangan.

Hal lainnya yang menjadi dasar, adalah dengan jarak yang cukup jauh dari pemukiman. Hal itu, akan meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti suara bising dan peluru yang nyasar.

“Lapangan tersebut harus seperti kawasan hutan yang sesungguhnya. Jadi, kerumunan tanaman juga menjadi hal yang diperhitungkan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →