Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kisah Ngatmini, Warga Pati yang Lumpuh Selama 60 Tahun



Reporter:    /  @ 14:53:44  /  26 Agustus 2016

    Print       Email
Sarbi, sedang menunggui Ngatmini yang terbaring lemah di tempat tidur karena penyakit kelumpuhan yang diderita. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sarbi, sedang menunggui Ngatmini yang terbaring lemah di tempat tidur karena penyakit kelumpuhan yang diderita. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ngatmini (68), seorang nenek asal Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati mengalami sakit lumpuh berpuluh-puluh tahun lamanya. Selama 60 tahun sejak berusia delapan tahun, Ngatmini terbaring lemah di tempat tidur dan tidak bisa pergi ke mana-mana.

Untuk keperluan makan, mandi, minum, hingga buang air harus mendapatkan pertolongan dari saudaranya. Selama 60 tahun itu pula, keluarga Ngatmini tidak sanggup untuk membiayai penyakit lumpuh yang diderita Ngatmini.

Hidup dalam garis kemiskinan membuat Ngatmini dan keluarganya harus menerima kenyataan. Ngatmini sendiri hidup di rumah sederhana, semipermanen berlantaikan tanah dengan tembok papan kayu dan anyaman bambu.

Sarbi, adik Ngatmini berkisah tentang masa lalunya. “Dulu, kakak saya ini orangnya periang, sehat, dan sekolah. Namun, sejak kelas 2 SD masa depannya hilang, karena terkena penyakit lumpuh. Keluarga sudah mencoba mengobati di Rumah Sakit Belanda pada waktu itu, tetapi tidak kunjung sembuh,” kata Sarbi, Jumat (26/8/2016).

Saat ini, di usianya yang sudah mencapai 68 tahun, membawa Ngatmini ke rumah sakit dianggap sesuatu yang sia-sia. Karena itu, bila Ngatmini menderita sakit panas atau lainnya, biasanya dipanggilkan mantri.

“Kalau dia sakit, keluarga ada biaya sedikit-sedikit untuk mendatangkan pak mantri. Kalau dibawa ke rumah sakit, banyak yang bilang, kondisinya seperti ini kok dibawa ke rumah sakit. Lagipula, kami tidak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit ketika mengalami sakit,” ujar Sarbi.

Ia hanya berharap supaya ada pihak yang bisa memberikan bantuan untuk keperluan hidup Ngatmini. Sebab, biaya perawatan Ngatmini selama berpuluh-puluh tahun diambil dari swadaya keluarga sendiri.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →