Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sale Pisang Higienis ‘Bu Anik’ Purwodadi Mampu Tembus Pasar Amerika



Reporter:    /  @ 09:15:13  /  26 Agustus 2016

    Print       Email
Proses penjemuran pisang yang akan dibuat sale ditempatkan dalam wadah khusus guna menghindari lalat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Proses penjemuran pisang yang akan dibuat sale ditempatkan dalam wadah khusus guna menghindari lalat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Salah satu oleh-oleh khas Grobogan yang sudah dikenal selama ini adalah sale pisang. Sesuai namanya, makanan ini bahan bakunya adalah buah pisang.

Proses pembuatannya juga sangat sederhana, hanya butuh bantuan panas matahari untuk mengeringkan pisang yang sudah dikupas dan dibelah. Sejauh ini, sudah banyak orang yang menggeluti usaha sale pisang. Terutama, warga yang ada di wilayah Kecamatan Wirosari.

Meski demikian, ada juga pembuat sale pisang yang tinggal di Kota Purwodadi. Salah satunya adalah Handoko, warga Jl Kol Sugiono 13 Purwodadi.

Sale pisang bikinan Handoko yang dikasih label ‘Bu Anik’ (nama istrinya) ini memang sudah didapat di toko penjual oleh-oleh khas Grobogan. Soalnya, semua produksinya sudah disedot habis oleh pemesannya.

“Sampai saat ini, saya sudah kewalahan melayani pesanan. Mungkin mulai tahun depan ada rencana untuk bisa menambah produksi agar bisa memasok ke toko oleh-oleh yang ada di sini. Soalnya, banyak pemilik toko oleh-oleh yang minta dikirimi barang secara rutin,” ungkap pria yang sudah merintis pembuatan sale pisang sejak tahun 2012.

Proses pembuatan sale pisang yang dilakukan Handoko ini sebenarnya hampir sama dengan pengusaha lainnya. Hanya saja, ada satu perbedaannya karena sale di tempat ini diklaim sangat higienis.

Hal ini berdasarkan dari penempatan pisang yang sudah dikupas dan dibelah ke dalam tempat khusus. Di mana, tempat berukuran 1 meter x 50 cm, ini diberi penutup khusus dari kawat stainless.

“Adanya tempat seperti ini, pisangnya aman dan bersih karena tidak dihinggapi lalat. Inilah yang barangkali membedakan dengan lainnya. Alat penjemur yang dilengkapi penutup ini saya bikin sendiri, lho,” kata pria yang juga dikenal sebagai tukang foto senior di Grobogan itu.

Selain menyiapkan tempat khusus, untuk menghindari lalat, ada satu kiat lagi yang dilakukan. Yakni, pengupasan dan pembelahan pisang selalu dilakukan malam hari. Hal ini dilakukan karena pada malam hari, jarang sekali ada lalat yang berkeliaran. Berbeda jika aktivitas itu dikerjakan pada siang hari.

Di samping itu, pemilihan bahan baku pisang juga dilakukan secara selektif. Kemudian, untuk menjamin mutu, produk yang dihasilkan juga sudah dilengkapi lebel PIRT yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Grobogan.

Proses pembuatan sale pisang itu butuh waktu sekitar enam hari. Yakni, lima hari digunakan untuk penjemuran dan sehari digunakan untuk mendiamkan pisang setelah dijemur supaya kondisinya jadi lentur.

Setelah itu, sale pisang baru siap dikemas. Biasanya, tiap kemasan berisi 200 gram dan harganya Rp 20 ribu.Saat ini, ada dua jenis pisang yang dibuat sale. Yakni, pisang raja hijau atau ambon dan raja lilin.

Sejauh ini, Handoko mengaku sudah punya banyak pelanggan tetap. Baik di Purwodadi maupun koleganya dari luar daerah. Bahkan, sale pisang bikinannya sudah beberapa kali dikirimkan ke luar negeri. Yakni, Singapura, Spanyol, dan Amerika.

“Pemesan sale dari luar negeri ini adalah teman anak saya. Kebetulan anak saya yang sulung, dulunya pernah dapat bea siswa sekolah di Spanyol. Ini, saya juga lagi nyiapkan pesanan sale buat dikirimkan ke Kanada,” ujar bapak tiga anak itu.

 Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →