Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Calhaj Jepara Ditahan di Filipina, Kapolres :  Mereka Bisa jadi Tersangka Atau juga Korban



Reporter:    /  @ 17:22:02  /  25 Agustus 2016

    Print       Email
calh4j

Calon jamaah haji melakukan kegiatan manasik haji, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara memilih menunggu hasil penelusuran Mabes Polri maupun instansi terkait lainnya di Filipina, terkait calon haji (calhaj) yang ditahan. Penahanan yang dilakukan oleh petugas di Filipina adalah kasus paspor ilegal, sehingga melanggar aturan keimigrasian.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah calhaj asal Jepara yang ditahan di Filipina itu berstatus sebagai tersangka atau korban. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelusuran di Filipina oleh instansi terkait dalam hal ini Mabes Polri maupun Kementerian Luar Negeri.

“Calhaj yang ditahan di Filipina bisa jadi tersangka juga bisa jadi korban. Itu belum jelas karena masih dalam proses penelusuran di Filipina,” ujar Samsu Arifin kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/8/2016).

Untuk sementara ini, pihaknya baru dalam tahap memastikan identitas warga Jepara yang juga ada yang ditahan di Filipna. Untuk sementara ini ada beberapa nama yang ia dapat berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh jajarannya baik dari masyarakat maupun dari pusat.

Untuk sementara ini yang telah teridentifikasi warga Jepara ada sekitar 14 orang. Sejumlah identitas telah dikantongi pihak Polres Jepara seperti Sugiyanto, Dewi Astutik, Munif Hidayat, Ratih Dyah, Suwono, dan Irma Pujawati. Mereka berasal dari Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota Jepara.

Selain itu juga ada beberapa nama dari luar desa tersebut seperti Nurhadi Sudarmi, Siti Aminah, Karomisah, Sarko Sarikromo, Sartini Sareh, Ahmad Muhyiddin, Sugipah Zahroh. Mereka tersebar berasal dari Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Desa Kuwasen, Kecamatan Kota Jepara, dan Desa Troso, Kecamatan Pecangaan.

Samsu mengaku belum melakukan penelusuran mengenai siapa yang memberangkatkan para calhaj tersebut hingga menggunakan paspor ilegal. Sebab, kasus tersebut tengah ditangani pusat sehingga, pihaknya memilih untuk menunggu kemudian nanti akan dilakukan tindaklanjut usai mendapatkan kepastian dari hasil penelusuran dan penyelidikan di Filipina.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →