Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Imigrasi Pati Akui Keluarkan Paspor untuk 14 Calhaj yang Ditahan Otoritas Filipina



Reporter:    /  @ 17:00:30  /  25 Agustus 2016

    Print       Email
Kepala Seksi Lalu Lintas Status Keimigrasian (Kasilalintuskim) Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Alvian Bayu Indra Yudha menjelaskan adanya calhaj Pati yang ditangkap otoritas Filipina. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala Seksi Lalu Lintas Status Keimigrasian (Kasilalintuskim) Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Alvian Bayu Indra Yudha menjelaskan adanya calhaj Pati yang ditangkap otoritas Filipina. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Provinsi Jawa Tengah mencatat setidaknya ada sekitar 19 dari 177 calon jemaah haji asal Jateng yang ditahan otoritas Filipina terkait paspor palsu untuk berangkat ke Tanah Suci.

Paspor 19 calon jemaah haji yang diduga mempunyai identitas palsu ini diterbitkan di dua wilayah di Jateng. Dua wilayah yang menerbitkan paspor palsu diduga berasal dari Kota Semarang dan Kabupaten Pati. Rinciannya, lima paspor dari Imigrasi Kelas I Kota Semarang dan sisanya dari Imigrasi di Pati.

Terkait dengan hal ini, Kepala Seksi Lalu Lintas Status Keimigrasian (Kasilalintuskim) Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Alvian Bayu Indra Yudha mengatakan, pihaknya memang menerbitkan paspor untuk 14 calhaj yang akan berangkat ke Tanah Suci. Dia memastikan bila paspor yang diterbitkan untuk 14 calhaj memang asli.

Namun, 14 calhaj tersebut kemudian berangkat ke Filipina dan menggunakan paspor Filipina, sebelum akhirnya ditangkap karena dinyatakan ilegal. “Dari informasi yang masuk ke kantor kami, ada 14 orang calhaj yang berangkat menggunakan paspor yang diterbitkan Kantor Imigrasi II Pati. Namun, mereka ditangkap karena menggunakan paspor Filipina ilegal saat transit ke Filipina, sebelum berangkat ke Tanah Suci,” kata Alvian.

Ditanya soal identitas, Alvian mengaku belum menerima informasi dari Kementerian Hukum dan HAM RI terkait dengan nama-nama calhaj asal Pati yang ditangkap di Filipina. Kendati demikian, pihaknya memastikan bila paspor yang diterbitkan Kantor Imigrasi II Pati adalah asli.

“Paspor yang diterbitkan di sini memang asli. Kemungkinan, mereka ditipu oknum di Filipina dan mendapatkan paspor palsu sehingga ditangkap otoritas Filipina. Kemungkinan, kesalahan ada pada biro yang menerbitkan paspor palsu di Filipina,” ucap Alvian.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →