Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini 3 Tuntutan Warga untuk Pemerintah Desa Pasucen Pati



Reporter:    /  @ 14:10:23  /  25 Agustus 2016

    Print       Email
Sejumlah warga melakukan orasi di Balai Desa Pasucen, Kamis (25/8/2016), menuntut agar Pemdes Pasucen transparan dalam menggunakan anggaran dan tidak nepotisme dalam pemilihan sekdes. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah warga melakukan orasi di Balai Desa Pasucen, Kamis (25/8/2016), menuntut agar Pemdes Pasucen transparan dalam menggunakan anggaran dan tidak nepotisme dalam pemilihan sekdes. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati menggelar aksi demo di Balai Desa Pasucen, Kamis (25/8/2016). Aksi tersebut menjadi luapan kemarahan warga karena pemerintah desa dianggap tidak transparan dalam mengelola anggaran, termasuk pemilihan sekretaris desa.

Ada tiga tuntutan yang diajukan warga untuk Pemdes Pasucen. Pertama, mereka menuntut agar pemdes tidak menghilangkan tradisi sedekah bumi atau bersih desa yang sudah lama dilakukan warga secara turun temurun.

Kedua, warga menuntut agar pemdes transparan dalam mengelola dana desa, mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan dan pengawasan dana desa.Ketiga, warga meminta kejelasan pengangkatan sekretaris desa yang ditutup-tutupi dan cenderung nepotisme.

“Kami warga desa yang tergabung dalam Aksi Damai Aliansi Pasucen Bersama melihat secara seksama berbagai permasalahan yang ada di desa kami, mulai dari hilangnya tradisi sedekah bumi, tidak ada transparansi dana desa, serta ketidakjelasan pengangkatan sekdes,” kata Wiwik Hadiyanto, orator aksi damai.

Menanggapi hal itu, Kades Pasucen Ikhwan Rosyadi mengaku akan mempertimbangkan kembali dana untuk sedekah bumi dan pos anggaran untuk Desa Pasucen. Pasalnya, dana yang tidak dicairkan masuk dalam dana Sisa Lebih Pemakaian Anggaran (Silpa).

“Saya sudah tahu karakter warga, kalau sudah diberi penjelasan tentu menerima. Sebab, saya tidak merasa membohongi warga, saya juga transparan, dan bekerja keras demi rakyat. Saya tidak mendzolimi warga,” kata Ikhwan.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan pemdes sudah sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan tidak menyalahi RAB. Karena itu, bila ada yang perlu dikoreksi, pihaknya mempersilahkan. Hanya saja, dia mengimbau supaya warga tidak menyalahkan semua kinerja pemdes.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →