Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pembangunan Tol di Rembang Masih Belum Bisa Dipastikan Kapan Waktunya



Reporter:    /  @ 23:13:34  /  24 Agustus 2016

    Print       Email
Pembangunan Tol di Rembang Masih Belum Bisa Dipastikan Kapan Waktunya

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat memberikan penghargaan kepada perwakilan PWRI (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang –  Pemerintah saat ini tengah menggenjot pembangunan jalan tol di Pulau Jawa. Termasuk jalan tol di sepanjang jalur pantura timur, yang dikabarkan akan dibangun mulai dari Semarang hingga ke Gresik. Namun demikian, untuk sampai ke Rembang masih belum bisa dipastikan kapan waktunya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengaku belum tahu apakah nantinya pembangunan tol tersebut sampai di Rembang atau tidak. Yang sudah bisa dipastikan, katanya, adalah pembangunan jalan tol Semarang-Demak-Jepara-Kudus, yang akan dimulai pada 2018 lalu.

“Kalau untuk sampai di Rembang, saya belum tahu kapan. Apakah sampai di Rembang atau tidak. Yang sudah pasti, tahun 2018, proyek jalan tol yang akan dibangun baru jalur Semarang-Demak, sepanjang 24 kilometer,” ujarnya saat menghadiri peringatan HUT ke-54 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tingkat Jawa Tengah, di Kabupaten Rembang, Rabu (24/8/2016).

Sesuai rencana sebelumnya, jalur tol itu sebenarnya tak melewati Kudus, melainkan dengan rute Semarang-Kedung-Jepara-Bangsri-Keling-Pati. Namun rute ini diubah menjadi Semarang-Welahan-Pecangaan-Mayong-Kudus, untuk menekan biaya.

“Yang ke timur, jalan tol Semarang ke Kudus tahun 2018 mungkin baru akan dikerjakan. Apakah nanti sampai Rembang kami belum tahu,” kata Heru.

Menurut dia, proyek jalan tol itu didanai menggunakan dana APBN, dan dilakukan secara bertahap. Ia menyebut, pembangunan jalan tol di Jawa memang tengah dikebut. Saat ini yang sudah dioperasikan yakni tol Pejagan sampai Brebes.

Sementara Brebes- Batang sedang dikerjakan, begitu juga Batang-Semarang, tahun 2018 ditarget sudah tersambung.

“Kemudian Tol Semarang-Solo, jalur Semarang-Bawen sudah digunakan, Bawen- Salatiga sedang pengerjaan, Salatiga- Boyolali sudah jadi, Boyolali-Solo dan seterusnya sampai Sragen, Mantingan masuk ke Ngawi dalam proses pengerjaan,” ungkapnya.

Ia mengakui, masalah infrastruktur di Jateng masih cukup tertinggal dibandingkan Jawa Barat dan Jawa Timur. Oleh karenanya menurut dia, di masa kepemimpinannya bersama Gubernur Ganjar  Pranowo, Jateng ingin mengejar.

“Ketika Pak Ganjar baru menjabat anggaran infrastruktur tak sampai Rp 1 triliun. Maka pada tahun 2014 dinaikkan menjadi Rp 1,2 triliun, tahun 2015 naik menjadi Rp 2,1 triliun, dan 2016 kembali naik menjadi Rp 2,5 triliun,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →