MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kisah Pasangan Eko dan Supartini yang Sukses Antarkan 3 Anaknya jadi Perwira AL

1.409

Eko Hery SS bersama istri dan ketiga putranya yang jadi perwira TNI AL (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Eko Hery SS bersama istri dan ketiga putranya yang jadi perwira TNI AL (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Banyak orang tua yang salah satu anaknya bisa menempuh pendidikan militer, seperti Akademi Angkatan Laut (AAL). Tetapi, jika ada tiga anaknya yang semuanya bisa masuk AAL tentu tidak banyak jumlahnya.

Salah satu orang tua yang bisa memiliki prestasi ini adalah pasangan Eko Hery Septi Sasmoyo dan Supartini. Ketiga anaknya berhasil masuk AAL dan sukses menyelesaikan pendidikan dengan baik. Saat ini, ketiganya sudah jadi perwira TNI AL.

“Terus terang, saya juga tidak menyangka jika ketiganya sama-sama bisa diterima masuk AAL. Ini merupakan kehendak Tuhan dan saya selalu mensyukuri nikmat yang diberikan ini,” kata Eko Hery saat disambangi di rumahnya yang berada di komplek Perumahan RSS Sambak Indah, Kelurahan Purwodadi.

Putra pertamanya Niko Yoga Wicaksana masuk AAL tahun 2002 dan lulus tahun 2005. Saat ini, Niko sudah jadi perwira dengan pangkat Kapten dan bertugas sebagai pasukan khusus penyelam TNI AL.

Putra keduanya Tegar Mundhi Nugroho masuk AAL tahun 2007 dan berhasil lulus tahun 2011. Sekarang, Tegar bertugas sebagai pelaut TNI AL dengan pangkat Lettu. Putra ketiganya, Aditya Bagus Umboro menyusul masuk AAL tahun 2009 dan lulus tahun 2013. Bagus saat ini sudah jadi perwira dengan pangkat Letda dan bertugas di bagian suplai logistik TNI AL.

Dari ketiga orang ini, hanya Niko yang berhasil diterima masuk AAL pada kesempatan pertama mengikuti seleksi. Sedangkan Tegar, sempat dua kali gagal diterima saat mengikuti seleksi AAL tahun 2005 dan 2006.

Selama dua tahun itu, Tegar bahkan sudah sempat kuliah di Undip jurusan kelautan. Baru pada kesempatan ketiga, Tegar berhasil lolos mengikuti jejak kakaknya. Sementara Bagus juga sempat mengalami kegagalan sekali ketika mengikuti seleksi tahun 2008. Setahun kemudian, Bagus kembali ikut seleksi dan akhirnya diterima.

Keberhasilan putra bungsunya masuk AAL tahun 2009 seolah jadi kado istimewa bagi Eko Hery. Sebab, setahun berikutnya, yakni 2010, Eko masuk masa pensiun sebagai PNS. Terakhir jadi PNS, Eko bertugas sebagai staf di Bagian Perekonomian Pemkab Grobogan.

“Setelah Niko berhasil masuk AAL, dia banyak cerita pengalamanya selama menempuh pendidikan pada adik-adiknya. Dari sinilah, adik-adiknya merasa tertarik dan kemudian muncul keinginan untuk mengikuti jejak kakaknya,” tutur Eko.

Editor : Kholistiono

 

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.