Loading...
You are here:  Home  >  Gadget  >  Artikel ini

Demam Pokemon Go Landa Warga Rembang



Reporter:    /  @ 09:50:30  /  21 Juli 2016

    Print       Email
Dimas bersama temannya  sedang memainkan game Pokemon Go (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dimas bersama temannya sedang memainkan game Pokemon Go (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Demam permainan Pokemon Go mulai ‘menjangkiti’ masyarakat Rembang. Tidak hanya remaja atau orang dewasa, namun demam ini juga melanda anak-anak. Rasa penasaran, tampaknya menjadi alasan permainan ini cepat menyebar.

Ibarat virus penyakit, cara mendownload Pokemon Go, dan pembahasan lain soal permainan ini, tak jarang muncul di grup-grup media sosial atau dari mulut ke mulut. “Penasaran aja. Banyak kawan yang sudah main. Ternyata memang seru,” kata Dimas Adi Kusmayadi (11).

Bocah yang masih duduk di kelas VI SD ini mengaku memang belum lama ini memainkan game Pokemon Go. Hal ini setelah dirinya mendapatkan informasi dari teman-temannya mengenai game Pokemon Go. Apalagi, katanya, untuk mengunduh aplikasi ini cukup mudah.

“Setelah terdownload, maka tinggal menginstal saja. Selain itu, permainannya juga simpel. Yakni hanya jalan- jalan sesuka hati. Dan misalkan suatu saat di layar handphone muncul Pokemon, maka Pokemon tersebut harus diserang atau ditangkap dengan bola putih,” paparnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, Dimas bersama beberapa temannya cukup asyik menikmati game tersebut. Bahkan, terkadang mereka menaiki sepeda sambil menggenggam handphone di tangan kanannya. “Untuk sekali penangkapan Pokemon dengan bola putih tersebut, nantinya akan mendapat poin 100,” ujarnya.

Selain itu, untuk menanti kemunculan Pokemon di layar handphone, katanya, rata-rata anak tersebut menunggu waktu yang bervariasi. Dari 3 menit hingga 10 menit. “Pokemon muncul di layar itu sekitar 3 menitan dari Pokemon sebelumnya. Bila Pokemon sebelumnya sudah ditangkap dengam bola putih, maka selang 3 hingga 10 menit akan muncul lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai respon orang tua, dirinya mengungkapkan bahwa ayah dan ibunya tidak melarang. Namun orang tuanya berpesan supaya berhati-hati saja. “Ayah dan ibu sih tidak melarang. Namun mereka menyuruh kita berhati-hati saja. Sebab kemarin juga ada berita bahwa gara-gara Pokemon ini ada yang ketabrak kendaraam di jalan, lantaran terlalu asyik melihat layar handphone,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Selengkapnya →