Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini
CERITA RAMADAN

Arsitektur Masjid Kuno di Kudus Bikin Dunia Terpikat



Reporter:    /  @ 20:16:27  /  30 Juni 2016

    Print       Email
 Warga melintas di depan Langgar Bubrah Kudus, yang menarik minat wartawan Inggris untuk menelitinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melintas di depan Langgar Bubrah Kudus, yang menarik minat wartawan Inggris untuk menelitinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata Kabupaten Kudus menyimpan kekayaan budaya. Di Kabupaten ini terdapat banyak sekali masjid-masjid kuno dengan desain yang unik. Yakni menggabungkan kebudayaan dua agama, yakni Islam dan Hindu.

Keberagaman dan keindahaan Kudus ini pula, yang membuat salah satu wartawan dari Inggris, terpikat dan mencoba menguak masjid-masjid kuno tersebut.

Wartawan tersebut bernama Lyden, yang bertugas untuk salah satu koran yang terbit di Inggris. Sekretaris Juru Pelihara Bangunan Bersejarah Kudus, Fahmi Yusron, mengatakan, kedatangan wartawan Inggris ke Indonesia terjadi saat masih dijajah Belanda.

Wartawan itu tertarik untuk menguak rahasia sejumlah masjid kuno. Di antaranya Masjid Menara Kudus, Langgar Bubrah, maupun masjid-masjid lainnya di Kudus. Masjid-masjid itu kental akan nilai toleransinya. “Dia merupakan wartawan dari Inggris. Sengaja datang untuk menguak rahasia masjid-masjid di Kudus,” katanya, Kamis (30/6/2016).

Leyden juga disebut-sebut sangat tertarik dengan rahasia ajaran Sunan Kudus, dalam menyebarkan Islam. Sehingga ingin menelitinya lebih lanjut.

“Selain dianggap sebagai kota santri, Kudus juga mempunyai magnet tersendiri bagi wartawan luar tersebut. Yakni di Kudus bisa terdapat berbagai umat beragama, yang hidup berdampingan secara rukun, damai dan saling menghormati,” tuturnya.

Di Kudus memang terdapat bebagai macam suku, mulai dari Jawa, Tionghoa, maupun Arab. Mereka bisa hidup berdampingan dengan memeluk agamanya masing-masing.

Dia menambahkan, dari 125 situs atau sejarah Islam yang ada di Kudus, rata-rata tidak semuanya bisa terkuak oleh wartawan tersebut.

“Sebab untuk menguak sejarah kota Islam ini, harus seseorang yang mempunyai ilmu ma’rifat yang mumpuni. Sebab kota ini atau bangunan-bangunan sejarah Islam yang di Kudus semuanya adalah peninggalan wali yang memang diijabahi oleh Allah SWT. Dan itupun belum tentu bisa dilakukan oleh orang biasa untuk menguaknya,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Positif  Sakit Jiwa, Pembunuh Ibu Kandung di Kudus Dibawa ke RSJ

Selengkapnya →