Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Daging Gelonggongan Masuk Grobogan



Reporter:    /  @ 21:00:33  /  30 Juni 2016

    Print       Email
Petugas dari Disnakan memeriksa bawaan pedagang dari luar daerah yang akan berjualan di Pasar Pagi Purwodadi, Kamis dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Disnakan memeriksa bawaan pedagang dari luar daerah yang akan berjualan di Pasar Pagi Purwodadi, Kamis dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang Lebaran, petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menaruh perhatian serius pada kemungkinan masuknya daging gelonggongan di wilayah tersebut.

Bahkan, sebagai langkah antisipasi, petugas dari Disnakkan sempat ngepos di perbatasan kota untuk mencegat masuknya daging gelonggongan dari luar daerah.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Nur Ahmad Wardiyanto menyatakan, selama puasa, pihaknya sudah beberapa kali melakukan kegiatan untuk mengantisipasi adanya peredaran daging gelonggongan.

“Selama ini, daging gelonggongan ini selalu dipasok dari luar daerah. Dalam kegiatan ini, kita melibatkan Polres, Dinkes dan Satpol PP,” ujarnya.

Menurutnya, selama melangsungkan kegiatan, pihaknya belum menemukan adanya pemasok daging gelonggongan di sejumlah pasar di kawasan kota. Namun, sempat ada pedagang jeroan sapi yang diminta tidak menjual barang bawaannya. Sebab, kondisi jeroannya sangat berair dan mulai tercium bau busuk.

Saat petugas meminta surat-surat kelengkapan dari bagian hewan yang dijual itu, pedagang yang mengguanan motor tidak bisa menunjukannya. Akhirnya, petugas meminta pedagang itu untuk kembali dan tidak menjual jeroan yang dibawanya tersebut.

“Kalau jeroan itu diambil dari rumah potoh hewan (RPH), pasti pedagang ini bisa menunjukan surat keterangan dari tempat itu. Karena tidak ada surat dan kondisi dagangannya tidak bagus maka kami minta untuk balik kanan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti ketika membeli daging dipasar,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Selengkapnya →