Loading...
You are here:  Home  >  Lingkungan  >  Artikel ini

Kemarau Basah di Rembang Bisa Picu Longsor



   /  @ 03:00:30  /  29 Juni 2016

    Print       Email
Warga melintas di depan kantor BPBD Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Warga melintas di depan kantor BPBD Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Rembang Markus Hendrianto, mengatakan di Rembang sampai saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas yang bisa dibilang tinggi.

Hal itu disebabkan suhu air laut yang masih tinggi dibanding suhu di darat. Selain itu, perubahan arah mata angin juga mempengaruhi atas perubahan musim yang tidak bisa ditebak.  “Biasanya sudah kemarau. Sebenarnya perubahannya terjadi secara global,” kata dia.

Ia pun mewanti-wanti masyarakat Rembang agar senantiasa mewaspadai atas gejolak alam yang bakal terjadi. Karena, hal itu bisa menyebabkan bencana alam. Seperti tanah longsor maupun banjir bandang. “Contohnya longsor dan banjir bandang yang terjadi di Sale Rembang dan Tempaling, Pamotan beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Hal itu, kata dia, dikarenakan kontur tanah masih becek, yang seharusnya mengering karena musim kemarau akan tetapi terus diguyur hujan. Maka kondisi tanah menjadi labil. “Itu yang bisa menyebabkan tanah longsor,” katanya.

Fenomena tersebut, katanya, lazim disebut kemarau basah. Ia menjelaskan, sudah waktunya kemarau namun hujan masih saja mengguyur. “Kalau orang Jawa bilang udan salah mongso (hujan salah musim),” ujar dia.

Ia pun mewanti-wanti setiap warga Rembang agar tetap waspada dengan kondisi yang ada saat ini. Karena, menurutnya, bencana bisa terjadi kapan saja dengan kondisi iklim yang sangat susah untuk ditebak.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →