Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Duh, Ratusan Desa Masih Belum Rampung Bikin Inventarisasi Aset



Reporter:    /  @ 03:00:43  /  28 Juni 2016

    Print       Email
Dalam rangka inventarisasi aset para perangkat desa mendapat pelatihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dalam rangka inventarisasi aset para perangkat desa mendapat pelatihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebijakan bagi desa agar membuat inventarisasi aset ternyata menjadi sebuah kendala bagi banyak desa. Indikasinya, hingga saat ini, baru sekitar 10 desa yang sudah menyelesaikan invetarisasi aset ini. Padahal, jumlah desa keseluruhan ada 273 desa.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti ketika dimintai komentarnya mengakui jika sebagian besar desa belum menyelesaikan pembuatan inventarisasi aset yang dimiliki. Padahal, kegiatan inventarisasi itu di-deadline sudah bisa diselesaikan akhir Juni ini.

“Semua desa sudah melakukan inventarisasi aset ini. Namun, baru sekitar 10 desa yang rampung dan lainnya masih dalam proses pengerjaan,” katanya.

Menurut Daru, dalam rangka mewujudkan desa yang kuat, maju, mandiri, dan demokratis pada implementasinya harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan penataan. Salah satunya adalah penataan inventaris yang dimiliki desa.

Hal itu seiring dengan keluarnya UU No 6 tahun 2014 tentang desa. Pembinaan inventarisasi aset desa itu juga dilakukan terkait munculnya Permendagri No 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa.

Dalam rangka pengamanan aset maka kekayaan tiap desa harus diinventarisasi

dalam buku inventaris dan diberi kodefikasi. Berdasarkan monitoring yang sudah dilakukan selama ini, catatan administrasi di desa-desa terkait dengan aset memang belum tertata dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka inventarisasi aset tersebut.

“Terkait dengan inventarisasi aset ini, pihak desa sebelumnya sudah kita kasih pelatihan. Adapun pesertanya, kasi tata pemerintahan kecamatan, sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa atau bisa diwakili kaur umum selaku pengurus aset,” jelas mantan Kepala Kantor Satpol PP itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →