Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Pesta Sabung Ayam Rembang Dibubarkan Polisi



   /  @ 17:09:37  /  27 Juni 2016

    Print       Email
rembang sabung ayam (jgn diwatermark e)

Belasan ayam jago bangkok yang digunakan untuk judi diamankan di Mapolres Rembang. (Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Aparat Polres Rembang menggerebek arena judi sabung ayam, di kawasan Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Minggu (26/6/2016). Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan lima pelaku judi, belasan ayam adu, dan puluhan motor yang ditinggal lari pemiliknya.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Reskrim AKP Eko Adi Purnomo, Senin (27/6/2016) menyebut, penggerebekan ini merupakan tindaklanjut dari laporan warga yang resah dengan aktivitas sabung ayam di lokasi itu. Setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian, polres langsung mengerahkan personel untuk menggerebek arena judi tersebut.

“Kami kerahkan personel untuk menggerebek lokasi. Kami amankan lima pelaku yang kami tengarai sebagai pelaku perjudian,” katanya.

Lima pelaku yang diamankan, merupakan warga luar daerah Desa Wonokerto. Bahkan ada di antaranya yang merupakan warga Jawa Timur. Mereka yakni P, warga Desa Karang Baru, Kecamatan Parengan, Tuban; I, warga Desa Wot Songo, Kecamatan Jatirogo, Tuban, K warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Bangilan, Tuban; A, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Rembang; dan M warga Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Rembang.

Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan 14 ekor atam jago bangkok, dan 21 sepeda motor dari berbagai merek. Banyaknya sepeda motor itu dimungkinkan merupakan milik para penjudi yang melarikan diri saat digerebek.

Polisi juga mengamankan uang taruhan sebanyak Rp 3,5 jura, dan barang bukti lainnya. Para tersangka dan barang bukti langsung diangkut ke Mapolres Rembang untuk diperiksa. “Sampai dengan saat ini para palaku masih dalam pemeriksaan penyidik Unit 2 Sat Reskrim Polres Rembang,” ujarnya.

Lima pelaku yang ditangkap di arena judi telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka saat ini ditahan di rumah tahanan Polres Rembang. Polisi akan menjerat para tersangka dengan pasal 303 KUH tentang perjudian. Dengan jeratan pasal itu, para tersangka terancam hukuman paling lama 10 tahun atau denda Rp 25 juta.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tak takut melaporkan kepada polisi jika mengetahui adanya kasus kejahatan. Termasuk jika menemukan adanya tindakan mencurigakan.

“Dengan adanya laporan dari masyarakat, kami akan lebih cepat melakukan penangganan. Sehingga rasa aman dan nyaman bisa terjaga. Semua penyakit masyarakat yang ada di wilayah hukum Polres Rembang kami tindak lanjuti, baik itu miras, perjudian dan lainya,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →