Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Perempuan Ini Bisa Bawa Pulang Hingga Rp 5 Juta dari Penukaran Uang Baru



Reporter:    /  @ 20:00:22  /  26 Juni 2016

    Print       Email
Uang baru dengan berbagai macam pecahan banyak diburu warga saat mendekati Lebaran. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

Uang baru dengan berbagai macam pecahan banyak diburu warga saat mendekati Lebaran. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  Meskipun cenderung sepi, namun jasa penukaran uang tak pernah hilang. Keuntungan yang menggiurkan menjadi salah satu penyebabnya. Pasalnya, dari tiap transaksi penjual jasa penukaran uang bisa mengantongi untung hingga 15 persen.

Terlebih, mereka tidak usah keluar modal dan hanya bertindak menjadi jasa tukar uang saja. Sugiarti (38) misalnya, dia mengakui kalau sekarang keuntungannya hanya 10 persen dari yang dijual saja. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya 5 persen saja saat awal dasar di Kudus.

“Sekarang kami ambil 10 persen. Jadi untuk Rp 100 ribu kami dapat Rp 10 ribu. Namun dulu waktu awal hanya ambil 5 persen saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/6/2016).

Berbeda saat mendekati Lebaran nanti, para penyedia jasa tukar uang menaikkan jadi 15 persen. Sehingga untuk Rp 100 ribu mendapat Rp 15 ribu. Jumlah tersebut dikarenakan bank makin antre dan sudah tutup.

Menurutnya, harga tukar naik menjadi sepuluh persen mulai dilaksanakan pada H-10 Lebaran, dan semakin mendekati Lebaran jasanya akan dinaikkan menajdi 15 persen. Sebab pada waktu itu, nuansa penukarnya sangat banyak. Sehingga harga dinaikkan. Terlebih jumlahnya juga sudah banyk berkurang dan untuk menukarkannya lebih sulit.

Dia mengatakan sudah menekuni usahanya selama tiga tahun. Dan selama ini mendapatkan untung yang lumayan, terlebih modalnya adalah uang pinjaman.

Banyaknya nominal yang dapat ditukar, mulai Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu. Namun setiap nominal memiliki keramaian sendiri-sendiri. Seperti Rp 20 ribu misalnya. Umumnya sasaran yang menukarkan uang adalah dari golongan menengah ke atas.

Dia mengatakan, untuk penukaran uang Rp 2 ribu, paling sedikit sebanyak Rp 200 ribu. Sedangkan paling banyak untuk Rp 20 ribu, paling sedikit Rp 2 juta. Namun yang paling banyak dicari adalah nominal Rp 2 ribu sampai Rp 10 ribu.

Dari hasil usahanya, rata-rata perhari minimal terdapat yang menukar Rp 500 ribu. Sehingga hasil yang didapat sangat banyak. Dia menjelaskan, meskipun usahanya merupakan usaha tahunan, namun hasil yang didapat juga banyak. Seperti tahun kemarin, dia berhasil mengeruk keuntungan sekitar Rp 5 Juta.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Selengkapnya →