Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Di Saat Kalian Libur Lebaran, Mereka-mereka Ini Bertaruh Nyawa



Reporter:    /  @ 11:53:47  /  26 Juni 2016

    Print       Email
Salah satu anggota pemadam kebarakan tengah mencoba mengendalikan api yang membakar sebuah rumah, baru-baru ini. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

Salah satu anggota pemadam kebarakan tengah mencoba mengendalikan api yang membakar sebuah rumah, baru-baru ini. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Lebaran menjadi momen spesial bagi setiap Muslim. Musim libur Lebaran menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama sanak saudara, dan piknik ke sejumlah tempat-tempat wisata.

Namun di tengah-tengah kebahagiaan berlebaran, ada orang-orang yang setia menjaga libur Lebaran kalian tak terganggu. Bahkan tak sedikit mereka-mereka ini harus bertaruh nyawa, demi menjaga libur Lebaran tak bermasalah.

Mereka-mereka ini adalah para petugas yang tetap berdinas selama libur Lebaran. Mereka yakni petugas pemadam kebakaran, petugas PLN, polisi dan lainnya. Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku dengan api yang jika tak terkontrol, maka nyawa menjadi taruhannya.

Mereka ini akan bersiaga kapanpun, termasuk saat musim libur Lebaran. Di Kudus ada ratusan petugas pemadam kebaran yang bersiaga, jika sewaktu-waktu ada rumah terbakar. Kepala Pemadam Kebakaran Kudus Hardi Cahyana, menyebut, selama Lebaran Kudus menyiapkan enam pos pemadam milik Djarum. Petugas akan siap melayani masyarakat kapanpun selama 24 jam

“Ada enam pos, yakni di Pos Pengkol, Pos Kaliwungu, Pos Tanjung Karang, Pos Bakalan Krapyak, Pos Burikan serta Pos Oasis. Semuanya selalu siap jika ada kebakaran,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/6/2016).

Menurutnya, keenam pos itu, diyakini lebih dekat dengan masyarakat sekitar. Sehingga pemadam bisa langsung cepat mendatangi ke lokasi-lokasi kebakaran. Di setiap pos ada petugas yang standbay secara bergiliran. Menurut dia, total ada 130 personel yang bersiaga di enam pos itu selama Lebaran.

“Meski saat Lebaran, risiko kebakaran tetaplah ada. Untuk itulah kewaspadaan masyarakat terdapat lingkungan tetap menjadi kewaspadaan. Khususnya adanya arus pendek dan jaringan listrik,” terangnya.

Begitu juga dengan petugas PLN. Mereka akan bekerja memastikan listrik yang mengalir ke rumah-rumah warga tak terganggu. Jika ada kerusakan, mereka akan bergegas melakukan perbaikan di jaringan listrik yang sangat berbahaya. Salah sedikit saja, mereka bisa langsung kehilangan nyawa.

Polisi yang berjaga selama musim mudik dan balik dan pengamanan Lebaran juga sangat rentan terhadap bahaya. Pasalnya, tak sedikit polisi yang menjadi korban dari keteledoran pengguna jalan. Contohnya saat terjadi kecelakaan di jalur pantura Pati-Rembang beberapa waktu lalu, dan anggota Polsek Genuk yang ditabrak pengendara tak dikenal.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →