Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Selama Ramadan, Ada Tambahan ‘Tugas’ Buat Khatib Jumat di Grobogan Lho



Reporter:    /  @ 19:30:07  /  24 Juni 2016

    Print       Email
khatib e

Beberapa siswa tengah meminta tanda tangan pada Khatib Jumat di Masjid Baitul Makmur Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski tidak seramai beberapa waktu lalu, tradisi meminta tanda tangan khatib Jumat masih terlihat pada Ramadan ini. Permintaan tanda tangan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak TK atau SD yang dapat tugas khusus dari gurunya.

Seperti usau salat Jumat berakhir, pada 24 Juni 2016, rombongan anak-anak ini biasanya langsung duduk bergerombol. Untuk beberapa saat mereka harus menunggu khatib yang masih wiridan, berdoa dan salat sunnah.

Setelah aktivitas ibadah Jumat selesai, anak-anak ini biasanya langsung menyerbu Khatib untuk minta tanda tangan. Terkadang, anak-anak ini saling berebutan agar bisa lebih dulu dapat tanda tangan dari khatib.

“Adik-adik, tolong yang tertib, biar tidak mengganggu jamaah lainnya. Minta tanda tangannya gantian, ya,” ujar Toni, salah seorang takmir masjid besar Baitul Makmur Purwodadi pada bocah-bocah yang tengah berburu tanda tangan tersebut.

Setiap Jumat di bulan puasa ini, sedikitnya ada 15 anak yang minta tanda tangan khatib yang bertugas hari itu. Tidak hanya sekedar tanda tangan, anak-anak itu sebelumnya juga mencatat ringkasan isi khotbah yang disampaikan khatib. Di sebelah bawah ringkasan khotbah ada kolom kecil untuk tanda tangan khatib atau penceramahnya.

“Selama puasa, saya sudah tiga kali bikin ringkasan khotbah Jumat. Ini merupakan tugas Pak Guru Agama di sekolah,” ujar Abidin, salah satu anak yang minta tanda tangan khatib di masjid  Baitul Makmur.

Sementara itu, Nur Kholis yang bertindak jadi khatib tadi mengaku sudah terbiasa dengan rutinitas Ramadan seperti ini. Menurutnya, permintaan tanda tangan usai Jumatan saat ini tidak seramai beberapa tahun lalu.

“Kalau bulan puasa, sudah biasanya seperti ini. Namun, sekarang relatif berkurang yang minta tanda tangan. Dulu, banyak banget yang antri,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →