Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Terungkap, Warga Miskin Kudus Sering Menjual Raskinnya



Reporter:    /  @ 17:42:31  /  24 Juni 2016

    Print       Email

beras 2

MuriaNewsCom, Kudus – Terkait adanya temuan Bupati Kudus Musthofa berupa beras miskin di Pasar Bitingan Kudus pada Rabu (22/6/2016) berdampak pada pedagang.

Seorang pedagang beras  di pasar Brayung Mejobo Rubi mengatakan, beras miskin ini memang selalu dijual oleh penerimanya.”Warga menjual beras jatah atau beras miskin ini lantaran beras itu tidak layak untuk dimakan,” kata Rubi.

Beras itu berwarna kekuningan, berukuran kecil (patah) serta berbahu agak sedikit apek. Biasanya, warga penerima beras itu langsung menyetorkan ke rumahnya.

Dia membelinya dengan harga Rp 5.500 hingga Rp 6 ribu per kg. Warga kemudian membeli beras bagus usai raskinnya laku.

Misalkan saja, satu karung plastik beras miskin seberat 15 kg, ditukar dengan 10 kg beras berkualitas bagus.

Selain itu, dirinya sering membeli beras miskin itu dari warga atau seseorang yang selesai mantu atau mempunyai hajat.

Sementara itu, dirinya juga tidak serta merta menjual kembali beras miskin ke pasar. Tapi beras akan dimasak menjadi lontong.

“Sebab beras miskin ini kalau dimasak itu bisa babar (menjadi banyak) dibanding dnegan beras bagus. Sedangkan beras bagus itu, dimasak malah memadat atau pulen. Sehingga beras miskin ini saya buiat lontong untuk dijual,” tuturnya.

Sementara itu, penjual beras yang ada di Pasar Dawe, Ruhayah mengatakan, beras miskin itu dijual juga ada alasannya.

“Yakni beras itu sangat tidak layak untuk dimakan. Sebab berasnya itu hancur kayak mener,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Aset Milik Telkomsel Dilelang CIMB Niaga, Pemenang Lelang Layangkan Somasi

Selengkapnya →