Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini

35 Persen Warga Dukuh Jongso Pati Pilih jadi TKI



Reporter:    /  @ 23:07:04  /  21 Juni 2016

    Print       Email
Warga melintas di jalan sebelah masjid Dukuh Jongso, Desa Wotan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Warga melintas di jalan sebelah masjid Dukuh Jongso, Desa Wotan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada pemandangan yang tidak biasa ketika bertandang ke Dukuh Jongso, Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Pati. Meski lokasi dukuh ini terkesan terisolasi, tetapi penduduknya banyak yang kaya raya.

Masjid megah berdiri di dukuh ini dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar. Ada pula pusat pelatihan Bahasa Korea yang berdiri berseberangan dengan masjid.

Sejumlah rumah warga pun tampak megah. Padahal, dukuh ini terbilang sangat terisolasi. Jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pati dan warganya justru menghabiskan hidupnya dengan bertandang ke Kudus.

Setelah ditelusuri, ternyata hampir separuh warga Dukuh Jongso merantau di luar negeri, seperti Korea Selatan, Arab Saudi, dan sebagainya. Namun, sebagian besar penduduknya rata-rata merantau di Korea Selatan hingga ada pusat pelatihan Bahasa Korea di sana.

Kepala Dukuh Jongso, Solichan (23) kepada MuriaNewsCom menyebut, sedikitnya 35 persen warga setempat merantau ke luar negeri. Mereka yang sukses merantau, pulang ke kampung halaman untuk begiat pada bidang usaha.

Salah satunya, usaha peternakan ayam, produksi tas, jahit, dan beragam usaha lainnya. Beberapa TKI purna memilih membeli tanah dan rumah ketika pulang ke rumah, dan kembali ke Korea.

“Gaji di sana berkisar di angka Rp 15 juta hingga Rp 25 juta per bulan. Karena itu, banyak yang enggan pulang ke kampung halaman. Beberapa yang benar-benar sukses, pulang untuk usaha dan membangun kemajuan desa,” kata Solichan.

Banyaknya warga yang merantau ke luar negeri, membuat dukuh kecil ini dikenal sebagai Kampung TKI. Sebuah kampung kecil yang cukup lengang dan sepi dari hiruk pikuk keramaian kota.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →