Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Keterbatasan Bukan Halangan, Penyandang Disabilitas Kudus Ramai-Ramai jadi Pengusaha



Reporter:    /  @ 17:00:57  /  21 Juni 2016

    Print       Email
Stan pasar murah Mejobo milik penyandang disibilitas diserbu pengunjung. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Stan pasar murah Mejobo milik penyandang disibilitas diserbu pengunjung. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keterbatasan hendaknya memang tidak jadi penghalang untuk kemajuan seseorang. Seperti halnya penyandang disabilitas di Kudus.

Mereka berani maju melawan keterbatasan dengan menjadi pengusaha. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK). Mereka tampak saat ikut meramaikan pasar murah di Kecamatan Mejobo, Selasa (21/6/2016).

Mereka datang ke pasar murah tersebut untuk memasarkan berbagai produk buatannya kepada pengunjung.

Humas FKDK Ahmad Saad mengatakan, FKDK ingin menunjukan kepada masyarakat, bahwa orang cacat itu bisa berkreasi.”Oleh sebab itu di saat ada pasar murah maupun pameran, kita akan selalu ikut memasarkan produk buatan kita secara mandiri,” kata Saad.

Dari pantauan MuriaNewsCom, di stan yang sudah disiapkan oleh panitia pasar murah tersebut, penyandang disabilitas memasarkan berbagai produk buatannya. Baik mulai pas foto yang terbuat dari kayu ukir, tas dari limbah plastik, baju, tas sekolah, dan sejenisnya.

Untuk produk, biasanya mereka buat secara mandiri. Dengan iuran Rp 15 ribu setiap orang. Iuran itu sifatnya tidak memaksa. Saat ini jumlah anggota FKDK sekitar 100 orang. “Anggota yang aktif ada 50 orang,” ungkapnya.

Diketahui, FKDK berdiri sejak November 2014. Dengan sekretariatnya di Desa Kirig, Mejobo. Selain itu, sebelum mengikuti kegiatan pameran atau pasar murah, mereka juga sering menjual produk buatannya dengan cara melalui media sosial atau online.

Ketua FKDK Rismawan mengatakan, pihaknya sering dipanggil oleh sejumlah pengelola jual beli online untuk diajak diskusi atau juga berbagi informasi.

“Ya, kita selalu dipanggil oleh jual beli online. Seperti halnya beberapa waktu lalu kita diundang oleh bukalapak.com di Angkringan Cekli Kudus. Panggilan itu tidak jauh dari obrolan bagaimana caranya jual beli online, bagaimana untuk bisa menjajaki bisnis online dan sebagainya,” kata Rismawan.

Dari hasil penjualan, saat ini FKDK memiliki uang kas sekitar Rp 2 juta. Hal itu akan terus ditambah seiring dengan semangat mereka untuk terus menjual produknya.

Menurut sebagian dari anggota, manfaat dari forum ini yakni sebagai bimbingan konseling antar penyandang cacat, bimbingan ekonomi, perkumpulan dan lainnya. Terlebih bagi seseorang yang baru pengalami amputasi atau disabilitas baru.

Editor : Akrom Hazami

 

Ikuti perkembangan berita terbaru melalui media sosial kami :

Fanpage : Muria News Com

Twitter : @Muria News Com

Youtube : Muria Channel

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Letkol Andri Serahkan “Mahkota” Kepemimpinan Kodim 0718/Pati untuk Letkol Arief

Selengkapnya →