Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Grobogan masih Aman dari Banjir



Reporter:    /  @ 04:54:15  /  21 Juni 2016

    Print       Email
Kondisi Sungai Lusi di Purwodadi debit airnya masih minim sehingga belum menimbulkan ancaman banjir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi Sungai Lusi di Purwodadi debit airnya masih minim sehingga belum menimbulkan ancaman banjir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski hujan deras sudah sering mengguyur wilayah Grobogan namun sejauh ini elevasi sungai di kawasan itu masih cukup aman. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pengairan Grobogan Subiyono ketika dimintai tanggapannya seputar kondisi sungai saat ini.

“Curah hujan memang sudah lumayan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Namun, dari hasil monitoring yang kita lakukan, kondisi sungai debitnya masih minim. Jadi, untuk bahaya banjir masih cukup jauh kalau melihat debit yang ada sekarang ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, meski kondisinya belum mengkhawatirkan namun bukan berarti pihak BPBD bersikap santai. Tetapi, kewaspadaan terus dilakukan oleh petugas penangulangan bencana yang diminta selalu siaga penuh setiap harinya. Hal itu dilakukan karena bencana itu datangnya tiba-tiba.

Selain itu, pihaknya saat ini juga sudah menyiapkan peralatan evakuasi bencana banjir yang dimiliki. Seperti, tenda pleton, tenda pengungsi, tenda regu, tenda keluarga, lima perahu karet, pelampung, genset dan logistik.

“Berdasarkan hasil pendataan, sedikitnya ada sembilan kecamatan yang masuk wilayah rawan bencana  banjir. Yaitu Kecamatan Purwodadi, Ngaringan, Klambu, Brati, Grobogan, Gubug, Tegowanu, Kedungjati dan Godong. Kesembilan kecamatan tersebut rentan banjir karena dilewati tujuh sungai besar. Yaitu Glugu, Lusi, Senthe, Serang, Tuntang, KB-I dan Jragung,” katanya.

Selain menyiapkan peralatan, lanjut Agus, pihaknya juga memonitor kondisi tanggul di sejumlah sungai besar. Hal itu dilakukan karena penyebab banjir selama ini adalah jebolnya tanggul ketika elevasi sungai tersebut melebihi ambang batas. Selain itu, kondisi tekstur tanah di Grobogan yang relatif labil menyebabkan kondisi tanggul yang sebelumnya kering bisa longsor setelah terguyur hujan deras.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →