Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Pelaku Dugaan Pencabulan Balita, Serahkan Diri ke Polisi



Reporter:    /  @ 23:08:50  /  20 Juni 2016

    Print       Email
Aktivitas perempuan Eny Mardiyanti (paling kiri, red) saat mendampingi ayah dari korban dugaan pencabulan yang dilakukan tetangganya sendiri, dalam jumpa pers di Kedai Suko, Senin (20/6/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Aktivitas perempuan Eny Mardiyanti (paling kiri, red) saat mendampingi ayah dari korban dugaan pencabulan yang dilakukan tetangganya sendiri, dalam jumpa pers di Kedai Suko, Senin (20/6/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang balita berinisial LS (5), warga Kecamatan Kaliwungu, Kudus, diduga menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri, yang sudah berusia 60 tahun.

Orang tua korban sendiri, sudah melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Mereka juga meminta pendampingan dari sejumlah pihak, termasuk dari aktivis perempuan Eny Mardiyanti.

Dalam jumpa pers yang digelar di Kedai Suko, Jalan Masjid Agung Kudus, Senin (20/6/2016) petang, Eny mengatakan jika pihaknya memang didatangi keluarga korban, dan diminta mendampingi untuk mengawal kasus tersebut.

”Karena mereka ingin bahwa kasus anaknya ini bisa sampai tuntas selesainya. Sehingga bisa mendapatkan keadilan. Ini anak-anak yang masih sangat jauh masa depannya, yang sudah dinodai oleh tetangganya sendiri,” tuturnya.

Menurut Eny, pelaku sendiri yang berinisial N, memang sempat melarikan diri usai kasus itu menjadi ramai di desanya. Namun tidak lama kemudian, yang bersangkutan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

”Pelaku (N) sudah menyerahkan diri ke Polres Kudus pada Rabu (15/6/2016) lalu. Namun kita akan terus mengawal kasus ini. Kami akan mendesak pihak penyidik untuk menuntaskan kasus ini hingga selesai,” tegasnya.

Termasuk nanti, menurut Eny, pihaknya akan memberikan surat permohonan dukungan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), agar juga bisa mendesak penyelidikan kasus ini hingga tuntas.

”Ini sangat penting dilakukan, karena ini sudah kejahatan luar biasa. Dan lagi, kami juga akan memulihkan psikologis dari korban, sehingga nantinya akan kembali seperti sedia kala,” katanya.

Sedangkan ayah korban, S, mengatakan jika pihaknya memang meminta dukungan dan pendampingan dari banyak pihak. ”Kami ingin supaya proses hukum atas kasus ini bisa tuntas diselesaikan. Sehingga kami butuh dukungan untuk membantu kami,” katanya.

Editor: Merie

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →