Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Lihat Nih, Sampah di Pasar Kalinyamatan Menggunung dan Timbulkan Bau Busuk



   /  @ 16:08:35  /  18 Juni 2016

    Print       Email
Kondisi sampah di Pasar Kalinyamatan yang menumpuk dan timbulkan bau busuk (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kondisi sampah di Pasar Kalinyamatan yang menumpuk dan timbulkan bau busuk (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu sudut di belakang Pasar Kalinyamatan terdapat tumpukan sampah yang menggunung. Banyaknya sampah dari pasar dan sampah rumah tangga yang menjadi satu dan terdiam berlama-lama menimbulkan bau busuk. Hal itu yang dikeluhkan oleh sejumlah pedagang maupun warga sekitar.

 Di belakang pasar tersebut terdapat dua boks berukuran besar yang dijadikan tempat sampah. Selain itu juga ada satu tempat sampah terbuat dari semen. Banyaknya sampah dibuang dikawasan tersebut, sampah tercecer di luar tempat sampah. Bahkan sampah yang tercecer lebih banyak dari sampah di tempatnya. Lokasi penuh sampah di sebelah selatan pasar itu sepanjang 50 meter. Lebarnya sekitar 20 meter dengan ketinggian sampah satu meter lebih.

 Salah satu penyedia jasa potong ayam di dekat pembuangan sampah, Aries mengatakan, sampah-sampah tersebut terdiri dari sampah pasar dan sampah buangan warga Desa Margoyoso, Kalinyamat. Kondisi ini sudah berlagsung sekitar lima tahun. Namun, sejak setahun terakhir kondisinya makin parah.”Tumpukan sampah semakin banyak. Selain melebar juga tambah tinggi tumpukannya,” kata Aries kepada MuriaNewsCom, Sabtu (18/6/2016).

 Menurutnya, dirinya sudah pernah lapor ke pihak pasar. Namun, belum ada kepastian terkait penanganan sampah. Di sekitar tempat itu juga sudah dipasang papan yang berisi larangan untuk membuang sampah, namun terkesan tak dihiraukan.

Dia mengaku dirugikan dengan kondisi sampah itu. Sebab, pelanggannya menjadi berkurang ketika bau busuk dari sampah menyengat.”Setiap pelanggan saya ke sini pasti komplain. Sampai akhir sebagian besar tidak kembali, karena tak tahan bau sampah,” katanya.

 Hal senada juga dikatakan salah satu petugas parkir, Solikin. Menurutnya beberapa orang di pasar sudah pernah menegur warga yang membung sampah di kawasan tersebut. Namun tidak pernah dihiraukan. Bahkan, pada satu ketika, warga justru mau bertengkar karena sempat dilarang. ”Kenapa saya dilarang. Wong ini tempat milik pemerintah,” kata Solikhin menirukan ucapan warga tersebut.

 Ia menambahkan, sampah tersebut bertambah setiap hari. Baik dari sampah pasar maupun buangan warga Margoyoso. Sementara itu, pengangkutan hanya dua kontainer setiap hari. ”Maksimal mobil sampah hanya dua kali kembali. Kadang hanya sekali. Itu juga biasanya hanya ambil sampah yang ada ditempat sampah. Sementara yang tercecer jarang diambil. Paling hanya yang dekat-dekat saja,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →